Piknikdong.com, Unik – Sebuah fenomena langka dan cukup mengejutkan tengah terjadi hari ini, Selasa, 5 Agustus 2025.
Tanpa disadari, hari ini ternyata lebih singkat dari biasanya.

Bukan hanya sekadar sensasi, ini adalah hasil dari percepatan rotasi Bumi yang membuat durasi satu hari sedikit lebih pendek dari standar normal.
Mengutip laporan dari Space, Selasa ini tercatat sebagai salah satu hari terpendek sepanjang tahun 2025.
Bahkan, jika ditarik ke belakang, ini menjadi salah satu hari terpendek sejak pengukuran waktu rotasi mulai dilakukan secara ilmiah.
Percepatan tersebut membuat hari ini berlangsung sekitar 1,25 milidetik lebih singkat dari durasi normal 86.400 detik.
Kenapa Bisa Lebih Cepat?
Pergerakan Bumi yang terus berputar di porosnya lebih dari 365 kali dalam satu tahun ternyata tidak selalu berjalan konstan.
Seiring berjalannya waktu, durasi rotasi Bumi mengalami fluktuasi. Jika melihat jauh ke masa lalu, jumlah hari dalam setahun bahkan pernah mencapai 490 hari!
Salah satu penyebab utama perubahan ini adalah pengaruh Bulan. Saat Bulan perlahan menjauh dari Bumi, hal itu menciptakan efek gesekan gravitasi yang memperlambat rotasi Bumi sebesar 1,8 milidetik setiap 100 tahun.
Namun menariknya, dalam beberapa tahun terakhir, rotasi justru mengalami percepatan yang cukup signifikan.
Menurut IFL Science, faktor lain yang turut berkontribusi termasuk pergeseran massa air laut hingga perubahan internal pada inti Bumi itu sendiri.
Jam Atom dan Misteri Hari-Hari Super Cepat
Dengan bantuan jam atom, para ilmuwan mampu mengukur panjang hari secara presisi.
Biasanya, jika rotasi melambat, akan ditambahkan detik kabisat untuk menyesuaikan sistem waktu, terutama yang berhubungan dengan teknologi seperti GPS.
Namun, sejak tahun 2020, situasinya mulai berubah. Bumi justru semakin cepat berputar.
Tahun tersebut bahkan mencatat 28 hari terpendek sejak pencatatan dimulai pada 1960.
Tren ini terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya, dengan tahun 2024 mencetak rekor hari terpendek, yaitu 1,66 milidetik lebih singkat dari durasi normal.
Diprediksi, fenomena serupa akan terus terjadi sepanjang Juli hingga Agustus 2025.
Contohnya, 9 Juli tercatat lebih pendek 1,23 milidetik, disusul 22 Juli dengan selisih 1,36 milidetik.
Apa Hubungannya dengan Langit dan Bulan?
Rotasi sejati Bumi (satu putaran penuh 360 derajat) sebenarnya hanya memakan waktu 23 jam, 56 menit, dan 4,1 detik.
Inilah sebabnya kenapa posisi bintang dan planet tampak bergeser sekitar empat menit lebih awal setiap harinya.
Melansir Space, sejak pencatatan resmi dimulai pada 1973, hari-hari di Bumi justru bertambah panjang akibat efek gravitasi Bulan. Namun kini, beberapa hari malah menjadi lebih pendek.
Posisi Bulan terhadap garis khatulistiwa Bumi memainkan peran penting dalam menciptakan variasi kecil namun signifikan terhadap gaya pasang surut, yang kemudian memengaruhi kecepatan rotasi.
Kombinasi posisi ini pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus membuat hari-hari tersebut terasa ‘lebih cepat’.
Apa Penyebab Sebenarnya?
Meski Bulan dianggap sebagai faktor utama dalam variasi rotasi jangka pendek, para ilmuwan belum sepenuhnya memahami penyebab pasti dari percepatan rotasi dalam skala global beberapa tahun terakhir.
Ada dugaan bahwa pemanasan global turut berperan, namun hipotesis yang lebih kuat mengarah pada perubahan dalam dinamika inti cair Bumi.
Ketika inti cair berputar lebih lambat, bagian luar planet justru bisa berotasi lebih cepat menciptakan efek hari yang lebih pendek dari biasanya.
Kalau kamu merasa hari ini berlalu lebih cepat dari biasanya, bisa jadi kamu memang merasakannya secara nyata karena Bumi benar-benar sedang ‘ngebut’!
Untuk kamu yang suka dengan hal-hal unik soal sains dan luar angkasa, jangan lupa pantengin terus Piknikdong.com, karena hal-hal menarik kayak gini sayang banget kalau dilewatkan!












