Piknikdong.com, News – Awal tahun 2026 terasa berbeda. Kalau dulu kereta api sering identik dengan momen tertentu seperti mudik, kini ceritanya berubah.
Moda transportasi ini pelan-pelan jadi bagian dari keseharian banyak orang mulai dari berangkat kerja pagi hari, perjalanan antar kota, sampai rencana liburan berikutnya.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan. Ada angka yang mendukung.
Lonjakan Penumpang di Awal Tahun
Selama Januari hingga Maret 2026, KAI Group mencatat total 128.055.072 pelanggan. Angka ini naik hampir 10% dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 116 jutaan pelanggan.
Kenaikan ini menunjukkan satu hal: kereta api makin dipercaya sebagai solusi mobilitas, baik untuk kebutuhan rutin maupun perjalanan jarak jauh.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut tren ini sebagai sinyal kuat bahwa kereta api semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam.
Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,”
ujar Anne.
Mudik, Libur Panjang, dan Perjalanan Antar Kota
Layanan kereta jarak jauh dan lokal mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang triwulan pertama 2026, jumlah penumpangnya mencapai 14,5 juta orang melonjak lebih dari 18% dibanding tahun sebelumnya.
Lonjakan ini tak lepas dari momen Lebaran yang baru saja berlalu. Tradisi pulang kampung tetap jadi salah satu pendorong utama mobilitas masyarakat.
Dan menariknya, pola ini biasanya akan kembali terulang saat libur panjang dan akhir tahun tiba.
Commuter Line, Andalan Aktivitas Harian
Di tengah rutinitas harian, Commuter Line tetap jadi tulang punggung transportasi perkotaan. Lebih dari 101 juta pelanggan tercatat menggunakan layanan ini hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026.
Kenaikan sekitar 8% dari tahun sebelumnya menunjukkan bahwa jutaan orang masih mengandalkan kereta untuk mobilitas harian dari rumah ke kantor, ke sekolah, hingga kembali pulang.
“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah dan kembali lagi,”
jelas Anne.
Transportasi Terintegrasi Makin Terasa
Di kawasan penyangga Jakarta, LRT Jabodebek juga menunjukkan performa impresif.
Jumlah penggunanya naik lebih dari 22%, mencerminkan kebutuhan transportasi yang cepat dan terhubung semakin tinggi.
Sementara itu, layanan kereta bandara juga ikut tumbuh. Baik di Medan maupun Yogyakarta, kereta menjadi penghubung penting antara bandara dan pusat aktivitas.
“Di Medan, KA Srilelawangsa menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu. Di Yogyakarta, KA Bandara YIA membawa penumpang menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas,”
tukas Anne.
Di Palembang, LRT Sumsel tetap konsisten melayani mobilitas masyarakat, terutama yang menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dan kawasan Jakabaring.
Kereta Cepat hingga Timur Indonesia Ikut Tumbuh
Kehadiran Whoosh sebagai kereta cepat pertama di Asia Tenggara juga makin diminati. Lebih dari 1,4 juta pelanggan telah merasakan perjalanan singkat Jakarta–Bandung yang kini jauh lebih efisien.
Tak hanya di Jawa, perkembangan positif juga terlihat di wilayah timur Indonesia. KA Makassar–Parepare mencatat lonjakan penumpang hingga lebih dari 66%.
Ini jadi sinyal bahwa layanan kereta api mulai diterima lebih luas, sekaligus membuka akses mobilitas baru yang sebelumnya terbatas.
Wisata Naik Kereta, Bukan Sekadar Perjalanan
Satu hal yang menarik, tren perjalanan wisata dengan kereta juga ikut naik tajam. KAI Wisata mencatat peningkatan lebih dari 110% dibanding tahun sebelumnya.
Kini, naik kereta bukan cuma soal sampai tujuan. Pengalaman selama perjalanan juga jadi daya tarik tersendiri.
Mulai dari kereta panoramic dengan jendela lebar, kereta wisata dengan nuansa eksklusif, hingga layanan istimewa yang lebih personal semuanya menawarkan sensasi perjalanan yang berbeda.
Bayangkan duduk santai sambil menikmati pemandangan di luar jendela, suasana yang tenang, dan perjalanan yang terasa lebih “hidup”.
Kereta Api, Kini Bagian dari Gaya Hidup
Melihat tren ini, jelas bahwa kereta api bukan lagi sekadar alternatif transportasi. Ia sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Anne pun menegaskan bahwa peningkatan ini mencerminkan kepercayaan publik yang terus tumbuh terhadap layanan kereta api di Indonesia.
“Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.
Kereta api kini menjadi bagian dari keseharian, digunakan oleh berbagai kalangan dengan kebutuhan yang beragam, dan menghubungkan perjalanan dalam satu ekosistem yang semakin terintegrasi,”
tutup Anne.
Dari rutinitas harian hingga perjalanan liburan, kereta api kini hadir sebagai teman perjalanan yang semakin dekat praktis, nyaman, dan penuh cerita di setiap rutenya.












