Piknikdong.com, News – Transportasi publik di Sulawesi Selatan kini memasuki babak baru.
DAMRI, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, secara resmi menghadirkan layanan Bus Trans Sulsel yang diresmikan pada Senin (14/7) di kawasan ikonik Center Point of Indonesia (CPI), Makassar.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Kadishub Sulsel Andi Erwin Terwo, serta Direktur Utama DAMRI, Setia N. Milatia Moemin.
Kehadiran mereka menandai komitmen serius dalam mendorong sistem transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan terintegrasi, khususnya untuk kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar).
DAMRI sebagai operator resmi, mengoperasikan dua koridor utama:
- Koridor 1: Panakkukang Square – Pelabuhan Galesong dengan 13 armada aktif dan 1 bus cadangan.
- Koridor 2: Unhas Tamalanrea – Stasiun KA Mandai via Bandara Sultan Hasanuddin, dilayani oleh 12 bus dan 1 unit cadangan.
Layanan ini juga dilengkapi sistem pemantauan berbasis teknologi lewat DAMRI Apps dan pusat pengendali (Control Room) yang memantau operasional secara real-time, sehingga penumpang bisa merasakan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Kehadiran Bus Trans Sulsel membawa angin segar, terutama untuk pelajar, pedagang, pelaku usaha, dan juga wisatawan.
Akses transportasi antar kota dan kabupaten kini jauh lebih mudah dan efisien.
Anak-anak sekolah bisa berangkat dengan aman dan tepat waktu, pelaku UMKM semakin mudah mengakses pusat perdagangan, dan wisatawan pun bisa menjelajahi destinasi favorit Sulsel tanpa ribet soal transportasi.
Menurut Setia N. Milatia Moemin, layanan ini adalah solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban Mamminasata.
“Trans Sulsel dirancang untuk menjangkau titik-titik penting seperti pelabuhan, bandara, hingga stasiun kereta, dengan harga yang terjangkau serta keamanan yang terjamin,”
ujarnya.
Melalui inovasi ini, DAMRI dan Pemprov Sulsel menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan transportasi publik yang modern, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Ini bukan sekadar layanan angkutan, tapi langkah maju dalam membangun konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.












