Catat Tanggalnya! Isra Mi’raj 2026 Jadi Libur Nasional dan Long Weekend

Bagikan:

Piknikdong.com, News – Isra Mi’raj dikenal sebagai salah satu peristiwa paling monumental dalam perjalanan dakwah Islam.

Advertisements

Momentum ini menandai pengalaman spiritual luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, ketika beliau diperjalankan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu diangkat hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Catat Tanggalnya! Isra Mi’raj 2026 Jadi Libur Nasional dan Long Weekend
Isra Mi’raj 2026 Jadi Libur Nasional dan Long Weekend, photo: Pixabay

Setiap tahunnya, umat Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, menantikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momen refleksi keimanan.

Lalu, kapan Isra Mi’raj diperingati pada tahun 2026?

Kapan Isra Mi’raj 2026 Diperingati?

Advertisements

Berdasarkan kalender Hijriah resmi yang dirilis Kementerian Agama Republik Indonesia, Isra Mi’raj 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.

Peringatan ini selalu berlangsung pada tanggal 27 Rajab dan menjadi hari besar Islam pertama yang diperingati di awal tahun 2026.

Tak hanya itu, pemerintah juga menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Libur Nasional.

Penetapan ini tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB dengan nomor: No. 1497 Tahun 2025, No. 2 Tahun 2025, dan No. 5 Tahun 2025.

Karena jatuh pada hari Jumat, masyarakat Indonesia berkesempatan menikmati libur panjang hingga Sabtu dan Minggu, sehingga momen ini kerap dimanfaatkan untuk ibadah, pengajian, hingga kebersamaan keluarga.

Kilas Balik Peristiwa Isra Mi’raj

Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab, sekitar tahun ke-10 atau ke-11 masa kenabian.

Peristiwa ini merupakan mukjizat yang sepenuhnya bersifat spiritual, namun dialami Rasulullah SAW secara nyata hanya dalam satu malam.

Secara garis besar, perjalanan agung ini terbagi menjadi dua tahapan utama.

Tahap Isra: Perjalanan Malam yang Penuh Keberkahan

Isra adalah perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, Palestina.

Sebelum memulai perjalanan ini, dada Rasulullah SAW dibelah dan disucikan dengan air zam-zam di dekat sumur Makkah sebagai simbol penyucian lahir dan batin.

Dalam perjalanan Isra, beliau singgah di beberapa tempat untuk melaksanakan shalat dua rakaat, di antaranya Madinah dan Baitul Lahm, yang dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi Isa AS.

Tahap Mi’raj: Menembus Langit hingga Sidratul Muntaha

Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj, yakni diangkat ke langit menembus tujuh lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Dalam perjalanan ini, beliau didampingi Malaikat Jibril dan menaiki Burraq, kendaraan istimewa yang bergerak secepat kilat atau cahaya.

Di setiap lapisan langit, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi terdahulu. Mulai dari Nabi Adam AS di langit pertama, Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS di langit kedua, hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.

Rasulullah SAW juga mengunjungi Baitul Makmur, tempat para malaikat beribadah.

Puncak Mi’raj adalah ketika Rasulullah SAW menghadap Allah SWT dan menerima perintah shalat lima waktu yang wajib dijalankan oleh seluruh umat Islam.

Dalil Al-Qur’an tentang Isra Mi’raj

Peristiwa agung ini diabadikan secara langsung dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surat Al-Isra ayat 1 berikut ini:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya:

“Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil haram ke Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Isra Mi’raj dan Tahun Kesedihan Rasulullah

Isra Mi’raj terjadi setelah Rasulullah SAW melewati masa yang sangat berat, yang dikenal sebagai Amul Huzni atau tahun kesedihan.

Pada periode ini, beliau kehilangan dua sosok pendukung utama dalam hidupnya, yakni istri tercinta Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib.

Peristiwa Isra Mi’raj menjadi bentuk penghiburan ilahi sekaligus penguatan iman bagi Rasulullah SAW di tengah ujian yang begitu besar.

Makna dan Hikmah Isra Mi’raj bagi Umat Islam

Peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga mengandung pesan mendalam yang relevan hingga kini.

1. Shalat sebagai Pilar Kehidupan Muslim

Perintah shalat lima waktu menjadi inti dari Isra Mi’raj. Shalat adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT, sekaligus pengingat agar manusia tetap berada di jalan yang lurus.

2. Setiap Ujian Mengandung Jalan Keluar

Isra Mi’raj mengajarkan bahwa setelah kesedihan, Allah selalu menghadirkan pertolongan. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa tidak ada ujian yang sia-sia.

3. Kesucian Hati Menjadi Fondasi Ibadah

Penyucian dada Rasulullah SAW menjadi simbol pentingnya membersihkan hati dari sifat buruk agar ibadah memiliki nilai di sisi Allah SWT.

4. Bukti Kebesaran dan Kekuasaan Allah

Perjalanan Rasulullah SAW melampaui batas ruang dan waktu menunjukkan bahwa kekuasaan Allah SWT tidak terbatas oleh logika manusia.

5. Kemuliaan Masjidil Aqsa

Disebutkannya Masjidil Aqsa dalam peristiwa Isra Mi’raj menegaskan kedudukannya sebagai salah satu tempat suci dalam Islam yang wajib dijaga dan dimuliakan.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 2

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis