Isyana Sarasvati Rilis “Garuda Di Dadaku” untuk Soundtrack Film Animasi

Oleh: Andri
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, Musik – Nama Isyana Sarasvati kembali mencuri perhatian lewat karya terbarunya. Kali ini, ia menghidupkan ulang lagu legendaris “Garuda Di Dadaku” dengan pendekatan yang terasa lebih dalam dan personal.

Advertisements

Lagu ini hadir sebagai soundtrack utama untuk film animasi keluarga Garuda Di Dadaku, hasil kolaborasi BASE Entertainment dan KAWI Animation.

Isyana Sarasvati Rilis “Garuda Di Dadaku” untuk Soundtrack Film Animasi
Isyana Sarasvati Rilis “Garuda Di Dadaku”

Alih-alih sekadar remake, Isyana justru menghadirkan interpretasi yang berbeda.

Nuansanya terasa lebih reflektif, seolah mengajak pendengar ikut masuk ke dalam perjalanan emosional yang dibangun dalam film. Ada rasa berani, ragu, hingga harapan yang mengalir dalam setiap nada.

Megah, Tapi Tetap Hangat

Advertisements

Dalam versi ini, Isyana memainkan aransemen yang terasa lebih luas dengan sentuhan orkestra dan piano yang kuat.

Namun, ia tetap menjaga agar lagu ini ramah untuk semua kalangan, termasuk penonton keluarga.

“Aku diberikan kebebasan untuk mengaransemen ulang ‘Garuda Di Dadaku’ dengan nuansa yang lebih megah namun tetap family-friendly, dengan sentuhan orkestra dan piano.

Harapannya, lagu ini bisa membangkitkan semangat sekaligus mengajak penonton merasakan energi dari filmnya,”

ujar Isyana Sarasvati.

Hasilnya? Lagu yang tidak hanya membangkitkan semangat, tapi juga punya kedalaman emosi yang lebih terasa dibanding versi sebelumnya.

Cerita di Balik Film yang Menginspirasi

Film animasi ini membawa kisah Putra, seorang anak yang punya mimpi besar menjadi pesepak bola terbaik Indonesia.

Dalam perjalanannya, ia tidak sendirian. Ada sosok magis Gaga serta sahabatnya Naya yang selalu menemani.

Bersama, mereka menghadapi keraguan, rasa takut, dan berbagai tantangan yang datang.

Cerita ini bukan sekadar soal sepak bola, tapi tentang bagaimana seseorang berani melangkah meski tidak selalu yakin dengan dirinya sendiri.

Di balik layar, film ini digarap oleh nama-nama besar seperti Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson sebagai produser, serta Ronny Gani sebagai sutradara.

Proyek ini juga mendapat dukungan dari Atta Halilintar sebagai Executive Producer, bersama sejumlah kolaborator kreatif lainnya.

Lagu yang Jadi Cermin Perjalanan Mimpi

Bagi Isyana, lagu ini bukan sekadar pelengkap film. Ia melihatnya sebagai medium untuk menyampaikan pesan yang lebih luas.

“Buatku, film ini bukan hanya tentang sepak bola, tapi tentang semangat untuk berani bermimpi dan terus berjuang. Semangat itu juga aku bawa lewat lagu versi ini.

Semoga lagu dan filmnya bisa sama-sama menginspirasi untuk terus bermimpi dan berani mengejar apa yang kita cintai,”

tambah Isyana.

Melalui lagu ini, tersampaikan satu hal penting: perjalanan menuju mimpi tidak pernah lurus. Selalu ada keraguan, proses panjang, dan tentu saja dukungan dari orang-orang terdekat.

Lebih dari Sekadar Soundtrack

“Garuda Di Dadaku” versi terbaru ini terasa seperti jembatan antara film dan penontonnya. Musiknya memperkuat emosi dalam cerita, sekaligus bisa berdiri sendiri sebagai karya yang relatable di luar layar.

Ini yang membuat lagu tersebut punya daya jangkau lebih luas bahkan bagi mereka yang belum menonton filmnya sekalipun.

Siap Tayang, Siap Menginspirasi

Film Garuda Di Dadaku dijadwalkan tayang mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

Mengusung tema mimpi, persahabatan, dan keberanian, film ini hadir dengan paket lengkap cerita yang hangat dan musik yang menyentuh.

Dan lewat sentuhan Isyana Sarasvati, kisah ini jadi terasa semakin hidup, tidak hanya di layar, tapi juga di hati para penontonnya.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis:
Editor: Andri