Piknikdong.com, News – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan bahwa KA Cut Meutia di Aceh terus jadi pilihan favorit masyarakat.
Selama Januari–Oktober 2025, layanan kereta perintis ini berhasil mencatat 33.637 pelanggan.

Angka tersebut menegaskan posisi KA Cut Meutia sebagai transportasi ramah kantong yang membantu membuka akses perjalanan di wilayah paling barat Indonesia.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keberadaan KA Cut Meutia punya makna lebih dari sekadar moda sehari-hari.
“KA Cut Meutia adalah bentuk kehadiran negara untuk menyediakan layanan transportasi yang aman, terjangkau, dan merata.
Masyarakat dapat bepergian dengan nyaman sekaligus menikmati nilai sejarah Aceh melalui perjalanan singkat yang menyenangkan,”
ujarnya.
Musim Liburan Jadi Pendorong Lonjakan Penumpang
Data perjalanan 2025 menunjukkan tren peningkatan yang stabil. April menjadi bulan tersibuk dengan 6.158 pelanggan berkat momen mudik dan balik Lebaran.
Di posisi berikutnya ada Januari yang mencatat 4.941 pelanggan saat libur Tahun Baru.
Lalu disusul Mei dengan 4.911 pelanggan seiring ramainya wisata dan aktivitas masyarakat usai libur panjang.
Pola ini memperlihatkan bahwa kereta perintis seperti Cut Meutia benar-benar memberikan manfaat nyata, mulai dari memudahkan mobilitas warga hingga mendukung geliat ekonomi lokal, termasuk UMKM dan destinasi wisata.
Tarif Super Terjangkau & Rute Pendek yang Efisien
Salah satu alasan layanan ini sangat diminati adalah tarifnya yang masih ramah kantong, yakni Rp2.000 saja.
Dengan biaya tersebut, pelanggan sudah bisa menikmati perjalanan sepanjang 21,4 km dari Stasiun Krueng Geukueh sampai Stasiun Kutablang.
Dalam sehari, KA Cut Meutia melayani delapan perjalanan pulang-pergi dengan kapasitas 144 kursi.
Selain cepat dan praktis, penumpang juga bisa menikmati pemandangan pesisir Aceh Utara yang jadi ciri khas rute ini—pas banget buat yang suka hunting foto atau sekadar refreshing sejenak.
Menghubungkan Mobilitas dan Sejarah Aceh
Beroperasi sejak 2016, KA Cut Meutia membawa nilai sejarah kuat yang bikin perjalanan semakin bermakna.
Penamaan “Cut Nyak Meutia” sebagai pahlawan nasional menarik minat masyarakat—baik wisatawan maupun pelajar—untuk lebih mengenal tokoh penting Aceh.
Banyak penumpang memanfaatkan perjalanan ini untuk mengunjungi Rumah Cut Meutia yang kini menjadi museum sekaligus pusat edukasi.
Dengan begitu, kereta ini bukan hanya memudahkan akses, tetapi juga menggerakkan wisata budaya dan ekonomi masyarakat sekitar.
KAI & Pemerintah Tegaskan Komitmen Layanan Berkelanjutan
Anne menutup dengan menegaskan komitmen KAI terhadap keberlanjutan layanan perintis ini.
“Kami akan terus memperkuat keandalan KA Cut Meutia agar masyarakat Aceh Utara semakin mudah mengakses transportasi publik yang aman, terjangkau, dan mampu mendorong kesejahteraan,”
jelasnya.












