KAI Tutup 316 Perlintasan Sebidang Rawan Sepanjang 2025, Keselamatan Jadi Prioritas Bersama

Bagikan:

Piknikdong.com, News – Setiap perlintasan sebidang menyimpan cerita tentang pilihan: melaju tanpa pikir panjang atau berhenti demi keselamatan.

Advertisements

Di titik inilah perjalanan kereta api dan pengguna jalan saling bertemu, menuntut kesadaran bersama agar mobilitas tetap berjalan aman dan nyaman.

KAI Tutup 316 Perlintasan Rawan Sepanjang 2025, Keselamatan Jadi Prioritas Bersama
KAI Tutup 316 Perlintasan Rawan Sepanjang 2025, photo: KAI.id

Sepanjang 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) memperlihatkan keseriusannya menjaga keselamatan publik melalui langkah nyata, mulai dari penutupan perlintasan berisiko hingga penguatan edukasi keselamatan.

316 Perlintasan Rawan Ditutup Demi Menekan Risiko Kecelakaan

Komitmen tersebut diwujudkan dengan penutupan 316 perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaan.

Advertisements

Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah pusat dan daerah, kepolisian, TNI, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Penutupan ini bukan sekadar pembatasan akses, melainkan upaya menciptakan lalu lintas yang lebih tertib sekaligus mendukung agenda nasional peningkatan keselamatan transportasi.

Edukasi Keselamatan Diperkuat, Disiplin Dibangun Sejak Dini

Tidak hanya mengandalkan penutupan fisik, KAI juga menaruh perhatian besar pada pendekatan edukatif.

Sepanjang 2025, tercatat 2.016 kegiatan sosialisasi keselamatan digelar di sekitar jalur kereta api.

Selain itu, KAI menyelenggarakan 212 kegiatan edukasi ke sekolah, memasang 687 spanduk keselamatan, serta melaksanakan 655 kegiatan TJSL di area stasiun.

Seluruh rangkaian ini bertujuan menanamkan pemahaman bahwa palang pintu, rambu, dan marka bukanlah penghalang, melainkan sistem perlindungan bersama yang perlu dihormati.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa keselamatan akan semakin kuat ketika didukung oleh kepatuhan dan partisipasi publik.

“Kami mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak di palang pintu, mematuhi rambu, dan menunggu hingga benar-benar aman sebelum melintas.

Tindakan sederhana ini adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan,”

ujar Anne.

Penertiban Bangunan Liar untuk Menjaga Ruang Aman Kereta Api

Dari sisi operasional, KAI juga melakukan 52 penertiban bangunan liar yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.

Penertiban ini menyasar area Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (RUMAJA), yakni zona terdekat dengan rel yang berfungsi penting untuk operasional dan perawatan.

Menjaga RUMAJA tetap tertib dan bersih menjadi kunci agar perjalanan kereta api berlangsung lancar.

Untuk itu, KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar area tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukannya, demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Pendekatan Humanis dalam Penegakan Aturan

Ketentuan mengenai RUMAJA sendiri telah diatur dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Dalam penerapannya, KAI menegaskan komitmen untuk menjalankan aturan secara persuasif dan edukatif, dengan mengedepankan dialog bersama masyarakat.

“Penertiban kami lakukan dengan pendekatan humanis dan kolaboratif.

Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang aman dan tertib bagi semua, bukan sekadar menegakkan aturan,”

jelas Anne.

Peran Komunitas Jadi Penguat Budaya Selamat

Keselamatan juga diperkuat melalui keterlibatan komunitas. Hingga kini, KAI membina 56 komunitas railfans dengan total 6.455 anggota terdata.

Sepanjang 2025, tercatat 1.509 kegiatan kolaboratif digelar bersama komunitas, terutama untuk kampanye keselamatan perjalanan dan edukasi publik di lingkungan perkeretaapian.

“Kami percaya, budaya selamat tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan bersama.

Tidak menerobos palang pintu, tidak melintas di jalur rel, dan menjaga area sekitar rel tetap tertib adalah kontribusi nyata masyarakat bagi keselamatan,”

tambah Anne.

Keselamatan sebagai Gaya Hidup Sehari-hari

Melalui penutupan perlintasan berisiko, penguatan edukasi keselamatan, penertiban bangunan liar, serta pengamanan RUMAJA, KAI menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kereta api yang semakin aman, nyaman, dan andal.

KAI pun mengajak masyarakat menjadikan tertib di perlintasan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Berhenti sejenak, patuh pada rambu, dan menunggu dengan sabar mungkin tampak sederhana, namun berdampak besar bagi keselamatan bersama.

“Keselamatan adalah wujud kepedulian. Dengan tertib hari ini, kita menjaga masa depan yang lebih aman untuk semua,”

tutup Anne.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 2

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis