Piknikdong.com, Tips – Cara naik lif mungkin terdengar remeh. Namun, bagi banyak orang terutama yang baru pertama kali masuk gedung bertingkat atau pusat perbelanjaan besar menggunakan lif bisa sedikit membingungkan.
Ada aturan antre, tombol arah, sensor pintu, sampai etika di dalam kabin.

Supaya kamu tidak salah tingkah, yuk kenali panduan lengkap dan santai berikut ini.
Cara Naik Lif yang Benar, Wajib Disimak!
1. Tunggu di Depan Pintu, Tapi Jangan Menghalangi
Ketika sampai di depan area lif, berdirilah sedikit menyamping agar jalur tetap kosong.
Tekan tombol panah atas jika ingin naik atau panah bawah jika ingin turun.
Jika lampu indikator menyala, berarti permintaan kamu sudah terdaftar.
Contoh situasi:
Di pusat perbelanjaan, biasanya akan ada banyak orang yang menunggu. Berdirilah rapi dan hindari menyerobot karena sensor sistem bekerja berdasarkan antrean pesanan tombol.
2. Beri Jalan Pengguna yang Keluar
Begitu pintu terbuka, jangan langsung menerobos masuk. Biarkan penumpang dari dalam keluar terlebih dahulu.
Ini bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga supaya ruang kabin cukup dan proses naik-turun tetap lancar.
Contoh situasi:
Di kantor bertingkat, sering terjadi lif membuka pada jam sibuk. Biasanya penumpang di dalam ingin keluar dulu, jadi berdirilah di sisi kiri atau kanan pintu agar akses mereka jelas.
3. Masuk dan Pilih Lantai Tujuan
Setelah penumpang keluar, barulah kamu masuk. Arahkan pandangan ke panel tombol.
Tekan lantai tujuanmu dan pastikan lampunya aktif. Jika kamu membawa barang atau tas besar, posisikan agar tidak menghalangi orang lain.
Contoh situasi:
Di hotel, banyak tamu membawa koper. Ketika di dalam lif, letakkan koper di sisi belakang atau samping agar tidak menghalangi pintu dan tombol.
4. Jaga Sikap dan Posisi di Dalam Lif
Lif bukan tempat luas, jadi semua orang berbagi ruang yang terbatas. Jangan menempel di pintu karena sensor akan terus membaca halangan dan membuat pintu sulit menutup. Jika penuh, tidak perlu berbicara keras atau memaksakan diri masuk.
5. Keluar Ketika Lif Sampai Tujuan
Saat lift berhenti dan pintu terbuka, segera keluar pelan-pelan. Jika kamu berada dekat tombol, bisa bantu menekan “open” untuk pengguna lain, tapi hindari menahan pintu terlalu lama karena sistem lif punya batas waktu buka-tutup.
Kenapa Etika Penting Saat Menggunakan Lif?
Mungkin kamu merasa lif bekerja otomatis, tapi kenyataannya kenyamanan bergantung pada perilaku penggunanya.
Lif bisa berhenti karena beban berlebih, pintu gagal menutup karena seseorang terlalu dekat, atau antrean berantakan karena ada yang menyerobot tombol.
Dengan memahami Cara Naik Lif yang benar, semuanya jadi lebih lancar, cepat, dan nyaman untuk orang banyak.
FAQ – Cara Naik Lif
1. Apakah menekan tombol dua kali membuat lif lebih cepat datang?
Tidak. Sistem tetap berjalan berdasarkan antrean dan rute lif. Menekan tombol berkali-kali tidak memberi efek apa pun.
2. Bolehkah memencet semua tombol lantai untuk bercanda?
Jangan. Selain mengganggu orang lain, beberapa gedung memiliki kamera dan petugas keamanan yang mengawasi.
3. Apa yang harus dilakukan jika lif berhenti mendadak?
Tetap tenang, tekan tombol darurat, dan tunggu instruksi dari petugas. Jangan memaksa membuka pintu sendiri.
4. Bagaimana bila pintu mulai menutup saat ada orang yang ingin masuk?
Jika masih aman, tekan tombol “open”. Tapi hindari menahan pintu dengan tangan atau kaki karena sangat berisiko.
5. Lif atau tangga? Mana yang lebih aman?
Keduanya aman, asalkan digunakan sesuai aturan. Lif cocok untuk perjalanan lantai tinggi atau membawa barang berat, sementara tangga cocok untuk jarak dekat atau sekadar olahraga ringan.












