Mengenal Stasiun Ngunut, Penghubung Mobilitas dan Wisata di Timur Tulungagung

Oleh: Newsroom
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, Edukasi – Di banyak kota, stasiun kereta sering terlihat biasa saja. Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, tempat ini sebenarnya menyimpan denyut kehidupan yang terus bergerak.

Advertisements

Dari pagi hingga malam, selalu ada cerita tentang orang berangkat kerja, pulang kampung, atau sekadar mengejar mimpi di kota lain.

Stasiun Ngunut
Stasiun Ngunut, photo: Google Maps

Hal yang sama juga terasa di Stasiun Ngunut sebuah stasiun yang mungkin tak terlalu besar, tapi punya peran penting bagi warga di timur Tulungagung.

Jadi Titik Andalan Warga Ngunut dan Sekitarnya

Terletak di Kecamatan Ngunut, stasiun ini masuk kategori kelas 2 di wilayah Daop 7.

Advertisements

Meski skalanya tidak sebesar stasiun kota besar, aktivitasnya cukup padat.

Dari sini, perjalanan bisa mengarah ke berbagai kota seperti Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Surabaya, bahkan sampai Jakarta.

Bagi banyak orang, Stasiun Ngunut bukan sekadar tempat naik turun kereta. Ini adalah titik awal perjalanan baik untuk rutinitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Jejak Lama dari Jalur Selatan Jawa Timur

Kalau ditarik ke belakang, keberadaan stasiun ini tidak lepas dari pembangunan jalur kereta Blitar–Tulungagung–Kediri.

Jalur ini sejak dulu memang jadi urat nadi yang menghubungkan kawasan permukiman, perdagangan, hingga wilayah pertanian di selatan Jawa Timur.

Artinya, sejak awal, Stasiun Ngunut sudah dirancang sebagai bagian penting dari jaringan mobilitas masyarakat.

Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Menurut Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, fungsi stasiun ini sangat melekat dengan aktivitas warga.

“Stasiun Ngunut memperlihatkan bagaimana kereta api tetap menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat daerah.

Kehadirannya membantu warga menjangkau pusat pendidikan, tempat kerja, pasar, layanan kesehatan, dan kota-kota lain dengan perjalanan yang lebih terjadwal dan terjangkau,”

Mulai dari pelajar, pekerja, pedagang, sampai keluarga yang ingin bertemu sanak saudara—semuanya memanfaatkan stasiun ini sebagai akses utama.

Jumlah Penumpang Terus Naik

Data terbaru menunjukkan tren yang cukup menarik. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ada 5.248 penumpang yang berangkat dari Stasiun Ngunut.

Angka ini naik sekitar 12 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk penumpang yang turun, jumlahnya mencapai 4.487 orang, juga mengalami kenaikan lebih dari 10 persen.

Kalau digabung, total pergerakan penumpang tembus 9.735 orang meningkat hampir 12 persen dari tahun lalu.

Kenaikan ini jadi sinyal bahwa kereta masih jadi pilihan utama untuk mobilitas, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota.

Didukung Kawasan yang Hidup dan Produktif

Ngunut sendiri bukan wilayah yang sepi. Berdasarkan data BPS, kawasan ini dihuni sekitar 85 ribu penduduk yang tersebar di 18 desa dan kelurahan.

Aktivitasnya pun beragam mulai dari perdagangan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga usaha kecil dan industri rumahan.

Semua ini menciptakan kebutuhan transportasi yang stabil, bahkan cenderung terus meningkat.

Lokasi stasiun yang dekat dengan Pasar Rakyat Ngunut, pertokoan, bank, dan fasilitas umum lainnya membuatnya semakin strategis.

Bukan Cuma Perdagangan, Tapi Juga Penghubung Peluang

Selain aktivitas ekonomi, kawasan ini juga ditopang sektor pertanian dan berbagai usaha lokal.

Kehadiran kereta api membuka akses lebih luas baik untuk distribusi, mobilitas tenaga kerja, hingga peluang pendidikan di luar daerah.

Dengan kata lain, Stasiun Ngunut membantu warga untuk tidak bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.

Pilihan Kereta yang Cukup Lengkap

Untuk urusan perjalanan, pilihan kereta dari Stasiun Ngunut cukup beragam. Ada layanan jarak jauh seperti KA Brantas, KA Singasari, dan KA Matarmaja.

Sementara untuk perjalanan regional, tersedia Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Timur.

Dari Stasiun ke Destinasi Wisata

Menariknya, Stasiun Ngunut juga bisa jadi titik awal eksplorasi wisata. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan ke beberapa destinasi menarik di sekitar Tulungagung dan Blitar.

Beberapa spot yang cukup populer antara lain Ranu Gumbolo, Puncak Jowin, hingga kawasan kuliner di sekitar Pasar Ngunut. Cocok buat yang ingin liburan singkat tanpa ribet.

Akses ke Kesempatan yang Lebih Luas

“Bagi masyarakat Ngunut, stasiun adalah akses menuju kesempatan yang lebih luas.

Dari stasiun ini, warga dapat berangkat bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas perdagangan, dan menjaga hubungan keluarga antarkota.

Karena itu, KAI terus menjaga layanan di stasiun-stasiun daerah agar manfaat kereta api semakin dirasakan masyarakat,”

Tetap Jadi Andalan Perjalanan

Dengan semua peran itu, Stasiun Ngunut bukan sekadar tempat singgah. Ia menjadi penghubung antara aktivitas lokal dan peluang yang lebih besar di luar daerah.

Ke depan, dengan layanan yang terus dijaga, stasiun ini diharapkan tetap jadi pilihan utama—baik untuk perjalanan harian maupun petualangan ke kota lain.

Buat yang mau berangkat, jangan lupa cek jadwal lewat aplikasi Access by KAI biar perjalanan lebih rapi dan tanpa drama.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis:
Editor: Newsroom