Piknikdong.com, Event – Gelaran Nandur Srawung (NS) ke-12 hadir tahun ini dengan mengusung tema “Eling | Awakening” sebuah ajakan untuk membangunkan kembali kepekaan manusia, baik dalam rasa maupun pikir.
Melalui lima nilai visinya yaitu inklusi, rekreasi, edukasi, inovasi, dan kolaborasi, NS kembali menghadirkan beragam kegiatan reflektif yang terbuka untuk publik tanpa dipungut biaya.

Tahun ini, Nandur Srawung XII menghadirkan dua kategori utama dalam program hariannya: aktivasi dan edukasi.
Kategori aktivasi meliputi Nandur Gawe, Nandur Waras, dan Bursa Seni, sementara kategori edukasi mencakup Srawung Sinau, Nandur Kawruh (Tur Kuratorial), Gelar Wicara (Artist Talk), serta Lokakarya (Workshop).
Semua rangkaian acara berlangsung serentak dengan pameran utama Nandur Srawung #12 Eling | Awakening pada 9–18 Oktober 2025.
Bagi yang ingin ikut serta, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan di akun Instagram resmi Nandur Srawung.
Nandur Gawe: Laboratorium Seni yang Mengundang Publik Terlibat
Program aktivasi pertama, Nandur Gawe, menjadi salah satu wujud nyata semangat kolaborasi Nandur Srawung sejak 2022.
Tahun ini, formatnya berubah menjadi laboratorium seni yang menghadirkan dua peserta terpilih lewat sistem open call: Dyah Retno (Devetroo) dan Devi Nur Savitri (Devintrii).
Mereka membuka ruang semi-publik di NS Lab, area pamer indoor yang memungkinkan pengunjung untuk ikut terlibat langsung dalam proses kreatif.
Masing-masing peserta juga mendapatkan pendampingan dari mentor pilihan guna memperdalam karya yang tengah dikembangkan.
Nandur Waras: Menggugah Kesadaran di Tengah Dunia Modern
Program kedua, Nandur Waras, menjadi inisiatif baru yang lahir untuk menafsirkan lebih dalam tema Eling | Awakening.
Kurator tidak berupaya memberi jawaban final, melainkan memunculkan pertanyaan besar: bagaimana manusia membangun kesadaran kolektif, hidup berdampingan dengan teknologi, serta memahami ulang hubungan dengan alam di tengah krisis ekologi?
Lewat berbagai aktivitas seperti Mindfulness Food, Sound Healing Mandala Eling, Exhale for Kind, Alasoran ben Lasor, dan YogArt, publik diajak untuk mengembalikan keseimbangan tubuh dan jiwa.
Salah satunya, Retno Redwindsock melalui Mindfulness Food mengajak peserta benar-benar hadir dalam proses makan sebagai bentuk penghormatan terhadap bumi.
Ada pula Sidhisvara dengan Sound Healing Mandala Eling yang menggunakan bunyi sebagai media meditasi, serta Sobri Lail lewat Exhale for Kind yang mengajak publik merenungkan makna kehidupan melalui permainan napas dan balon.
Bursa Seni: Ruang untuk Kreator dan Kolektor
Diluncurkan sejak 2023, Bursa Seni kembali menjadi ruang bertemunya para seniman, kreator, dan pengrajin untuk memperkenalkan sekaligus menjual karya mereka.
Tahun ini, peserta open call mencakup nama-nama seperti Ai Gallery, ARTEEBOX, Beyond Bad Job, Buy Me Up!, Minimaostore, The Yogyakartan, hingga Tokonya Afney.
Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat mengoleksi berbagai art merch unik buatan mereka.
Srawung Sinau & Tur Kuratorial: Belajar, Berbagi, dan Menyatu dengan Seni
Program Srawung Sinau hadir dalam bentuk performance lecture yang membuka ruang refleksi bersama seniman dan akademisi.
Tahun ini menghadirkan Prof. Dr. Dwi Marianto, Mfa, Phd dan Sri Wahyuningsih, dimoderatori Lily Elserisa, dengan tema “Seni, Kesadaran, dan Pemulihan Trauma: Dari ELING Menuju AWAK E NING.”
Sementara Nandur Kawruh (Tur Kuratorial) digelar dua kali. Tur pertama bersama Arsita Pinandita dan Rain Rosidi, yang mengajak peserta menelusuri konsep dan makna karya di galeri.
Tur kedua dikhususkan bagi anak-anak, dipandu oleh Kak Yosi dari Children Powerrr, yang mengubah galeri menjadi ruang bermain kreatif dan ramah anak.
Lokakarya & Artist Talk: Proses, Refleksi, dan Koneksi
Rangkaian Lokakarya di Nandur Srawung #12 membawa peserta menyelami hubungan antara seni, alam, dan kesadaran diri.
Dalam Eling Ambegan: Lokakarya di atas Daun Dala, peserta diajak Daundala Awicarita untuk menggambar di atas tulang daun sebagai bentuk refleksi dan penyatuan diri dengan alam.
Ada pula Mandala Bersama Keluarga bersama Vina Puspita, yang mengajak anak dan orang tua menciptakan mandala dari bahan alami simbol keharmonisan dan kebersamaan.
Tak kalah menarik, Gelar Wicara (Artist Talk) mempertemukan publik dengan seniman partisipan seperti Chintia Kirana, Ari Wulu, dan Iwan Hasto, dipandu Raihan Robby.
Dari refleksi perjalanan seni hingga peran seni dalam kesadaran sosial, tiap sesi berlangsung hangat dan inspiratif.
Seluruh rangkaian Nandur Srawung #12 Eling | Awakening disambut dengan antusiasme tinggi. Setiap ruang dari diskusi hingga lokakarya dipenuhi peserta yang ingin belajar, berbagi, dan terlibat langsung.
Momentum ini memperlihatkan bagaimana seni masih menjadi medium ampuh untuk menyatukan, menyembuhkan, dan membangkitkan kesadaran bersama di tengah dunia yang terus berubah.












