Rin Culinary Art, Saat Sentuhan Michelin-Starred Bertemu Kekayaan Bahan Lokal Indonesia

Oleh: Andri
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, Kuliner – Jakarta kembali kedatangan pemain baru di dunia kuliner kelas atas.

Advertisements

Namanya Rin Culinary Art, sebuah ruang makan yang tak sekadar menyajikan hidangan, tapi juga pengalaman rasa yang dirancang dengan detail layaknya karya seni.

Chef Yohhei Sasaki Menyajikan Omakase di Rin Culinary Art (3)
Chef Yohhei Sasaki Menyajikan Omakase di Rin Culinary Art

Berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat ini hadir sebagai “culinary art studio” yang digarap oleh Chef Yohhei Sasaki bersama General Manager Ken Kuwako.

Konsepnya unik, menggabungkan teknik kelas dunia dengan pendekatan yang lebih personal dan intim. Jadi, bukan cuma soal makan enak, tapi juga soal bagaimana setiap sajian bisa terasa “hidup”.

Filosofi Jepang yang Jadi Jiwa Utama

Advertisements

Nama “Rin” bukan dipilih tanpa alasan. Dalam budaya Jepang, kata ini punya makna mendalam mulai dari keanggunan, ketenangan, hingga karakter yang kuat dan elegan.

Nilai-nilai itu terasa jelas dalam setiap aspek di Rin Culinary Art.

Mulai dari cara penyajian, komposisi rasa, sampai atmosfer ruangnya, semuanya dibuat dengan pendekatan yang presisi namun tetap hangat.

Menariknya, filosofi ini juga bersinggungan dengan alam. Ada penghormatan terhadap bahan baku, terutama yang berasal dari Indonesia, yang diolah dengan sentuhan Jepang dan Italia secara modern.

Sentuhan Global dari Chef Yohhei Sasaki

Di balik dapur Rin, ada sosok Chef Yohhei Sasaki seorang chef asal Jepang yang sudah kenyang pengalaman di restoran berbintang Michelin di Italia seperti Arnolfo dan Da Vittorio.

Ia juga sempat berkarier di beberapa restoran pilihan Michelin di Singapura.

Di Rin, ia membawa konsep “Itameshi”, perpaduan antara teknik Italia dan presisi Jepang, yang kemudian diperkaya dengan karakter rasa Indonesia.

“Indonesia memiliki potensi kuliner yang luar biasa. Bahan-bahan di sini memiliki karakter yang kuat, kedalaman rasa, dan cerita yang sangat menarik.

Melalui Rin Culinary Art, saya ingin menghadirkan bahan Indonesia dalam ekspresi yang lebih refined secara global tanpa kehilangan rasa hormat terhadap asal-usulnya,”

ungkap Chef Yohhei Sasaki, Founder dan Head Chef Rin Culinary Art.

Bahan Lokal, Rasa Internasional

Sayur dari Novio Farm - Rin Culinary Art (1)
Sayur dari Novio Farm – Rin Culinary Art

Salah satu hal yang bikin Rin berbeda adalah komitmennya pada bahan lokal. Mulai dari hasil laut, sayuran musiman, sampai rempah khas Indonesia, semuanya jadi bagian penting dalam menu.

Beberapa bahan yang mungkin terdengar sederhana seperti jantung pisang, ubi, sukun, serai, hingga kluwek, diolah dengan teknik tinggi hingga menghasilkan rasa yang kompleks dan elegan.

Setiap hidangan bukan cuma enak, tapi juga punya cerita. Ada emosi yang ingin disampaikan di setiap gigitan.

Lebih dari Sekadar Makan: Ada Tea Pairing yang Unik

Pengalaman di Rin tidak berhenti di makanan. Mereka juga menghadirkan konsep tea pairing yang dirancang khusus untuk melengkapi setiap hidangan.

Teh yang disajikan bukan teh biasa, melainkan racikan spesial yang disesuaikan dengan karakter menu.

Hasilnya, setiap kombinasi terasa lebih dalam dan menyatu.

“Rin dibangun bukan hanya untuk menyajikan makanan yang exceptional, tetapi untuk menciptakan koneksi emosional melalui pengalaman yang menyeluruh.

Kami ingin menghadirkan fine dining yang eksklusif dan refined, namun tetap terasa hangat, welcoming, dan relevan bagi lebih banyak orang.

Satu hal lagi yang membedakan Rin adalah tea pairing yang kami tawarkan untuk menemani hidangan yang disajikan oleh Chef Sasaki.

Tea pairing di Rin bukan sekadar teh biasa, melainkan special blend yang dirancang khusus untuk memperkaya rasa dan menciptakan pengalaman dining yang lebih immersive dalam setiap sajian.

Ini merupakan pengalaman tersendiri, di mana teh pilihan terbaik kami akan semakin memperkuat cita rasa hidangan tersebut serta pengalaman bersantap di Rin,”

tambah Ken Kuwako, General Manager Rin Culinary Art.

Fine Dining yang Lebih Dekat dan Personal

Rin mencoba mendobrak kesan fine dining yang sering dianggap kaku dan eksklusif. Di sini, pengalaman dibuat lebih cair, lebih dekat, dan tetap nyaman dinikmati siapa saja.

Mulai dari konsep omakase-style interaction, plating yang artistik, hingga pelayanan yang personal, semuanya dirancang agar tamu merasa terlibat, bukan sekadar jadi penonton.

Mengangkat Indonesia ke Panggung Kuliner Dunia

Di tengah naiknya pamor kuliner Indonesia di kancah global, Rin Culinary Art hadir sebagai salah satu wajah baru yang membawa bahan lokal ke level internasional.

Ambisinya jelas: menjadi standar baru untuk contemporary dining di Jakarta. Bukan hanya soal teknik, tapi juga soal bagaimana identitas Indonesia tetap terasa kuat di setiap hidangan.

Buat yang penasaran, Rin Culinary Art bisa dikunjungi di Jl. Wijaya II No.69, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk update terbaru, bisa cek Instagram mereka di @Rin.culinaryart.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis:
Editor: Newsroom