Stasiun Lebakjero, Stasiun Sunyi di Balik Tikungan Besar Kadungora yang Ikonik di Jawa Barat

Bagikan:

Piknikdong.com, Edukasi – Jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa dikenal sebagai salah satu rute paling indah di Indonesia.

Advertisements

Di sepanjang perjalanan, mata disuguhi panorama khas Priangan Timur berupa hamparan sawah hijau, lekuk perbukitan yang dramatis, hingga siluet Gunung Mandalawangi yang megah di kejauhan.

Stasiun Lebakjero
Stasiun Lebakjero, photo: KAI.id

Bagi penumpang yang bepergian dari Bandung menuju Yogyakarta atau Surabaya, momen paling ditunggu biasanya terjadi ketika kereta melintas Tikungan Besar Kadungora, sebuah lengkungan ikonik yang terletak di antara Stasiun Lebakjero dan Stasiun Leles.

Pada pagi hingga sore hari, pemandangan rangkaian kereta yang meliuk anggun di jalur menanjak ini kerap menjadi highlight perjalanan.

Advertisements

Tak sedikit penumpang yang bersiap dengan kamera untuk mengabadikan momen langka yang sulit ditemukan di jalur kereta lain di Indonesia.

Keindahan Alam yang Dijaga dengan Dedikasi Tinggi

Stasiun Lebakjero, Stasiun Sunyi di Balik Tikungan Kadungora yang Ikonik di Jawa Barat
Tikungan Kadungora yang Ikonik di Jawa Barat, photo: KAI.id

Di balik panorama memikat tersebut, terdapat peran penting para petugas yang bekerja di balik layar.

Salah satu titik krusial yang menjadi “penjaga ritme” perjalanan kereta adalah Stasiun Lebakjero.

“Tikungan Besar Kadungora dikenal sebagai salah satu tikungan kereta api terindah di Indonesia. Banyak pelanggan mengabadikan momen ketika kereta melintas di lengkungan itu.

Keindahan tersebut hadir berkat dedikasi petugas yang bekerja di medan sulit. Salah satu titik penjaga keandalan itu adalah Stasiun Lebakjero, stasiun kecil dengan fungsi yang sangat penting bagi keselamatan perjalanan,”

ujar VP Public Relations KAI Anne Purba.

Stasiun Lebakjero: Kecil, Sunyi, tapi Punya Peran Besar

Stasiun Lebakjero bukan sekadar bangunan tua di tengah perbukitan. Stasiun ini merupakan aset bersejarah yang telah berdiri sejak tahun 1921, dibangun oleh Staatsspoorwegen sebagai bagian dari jalur Bandung–Banjar.

Letaknya yang berada di kawasan curam dan penuh lembah membuat perannya sangat vital dalam mengatur lalu lintas kereta di jalur yang penuh terowongan dan jembatan.

Hingga saat ini, bangunan stasiun tetap mempertahankan arsitektur klasiknya. Suasana tempo dulu yang masih terjaga menjadikan tempat ini favorit bagi pecinta fotografi dan penggemar wisata heritage yang menyukai nuansa vintage.

Tak Lagi Angkut Penumpang, Tapi Justru Makin Penting

Meski saat ini Stasiun Lebakjero tidak lagi melayani naik-turun penumpang seperti ketika menjadi bagian dari rute KA Ekonomi Lokal Cibatu, fungsinya justru semakin krusial.

Lebakjero menjadi titik persilangan kereta, pusat pengendali sinyal, serta pengatur jalur di lintasan selatan Jawa yang dikenal ekstrem secara geografis.

Terlebih, perubahan cuaca di kawasan pegunungan kerap terjadi secara tiba-tiba, sehingga kewaspadaan petugas menjadi kunci utama keselamatan perjalanan.

Kisah Sunyi Para Penjaga Jalur

Petugas Kereta Api Indonesia
Petugas Kereta Api Indonesia, photo: KAI.id

Jarang terdengar, namun dedikasi para petugas di Lebakjero menjadi fondasi penting dalam kenyamanan perjalanan kereta.

Mereka bekerja jauh dari keramaian kota, dalam suasana yang tenang namun penuh tanggung jawab.

Setiap hari, selama 24 jam penuh, mereka memastikan sinyal berjalan normal, rel dalam kondisi aman, dan lingkungan sekitar jalur tetap terkendali.

Berkat ketangguhan merekalah, para penumpang bisa menikmati keindahan Tikungan Besar Kadungora dengan rasa aman dan nyaman.

Fasilitas Penunjang untuk Petugas di Wilayah Terpencil

KAI memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan para petugas di stasiun terpencil seperti Lebakjero.

Berbagai fasilitas pendukung berupa rumah singgah telah dibangun di sejumlah wilayah, termasuk di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang.

Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat istirahat yang layak sehingga kondisi fisik dan mental petugas tetap prima saat menjalankan tugas yang berisiko tinggi.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Perawatan di Stasiun Lebakjero difokuskan pada aspek teknis yang berkaitan langsung dengan keselamatan operasional.

Sistem persinyalan, rel, hingga perangkat darurat selalu menjadi prioritas dalam perawatan rutin.

Komitmen ini sejalan dengan nilai utama KAI yang menempatkan keselamatan dan keandalan sebagai fondasi dalam setiap perjalanan kereta.

Lebakjero, Simbol Ketangguhan di Tengah Alam Priangan

“Stasiun Lebakjero berdiri sebagai simbol ketangguhan KAI. Di tengah Lembah Mandalawangi petugas kami menjaga denyut perjalanan kereta api dengan sepenuh hati.

Keindahan alam yang mengelilinginya menjadi saksi dari kerja keras dan dedikasi yang tidak pernah surut.

Stasiun ini mungkin kecil namun perannya sangat besar dalam memastikan setiap perjalanan tetap aman dan lancar. Di situlah nilai yang membuat Lebakjero memiliki tempat istimewa bagi kami,”

tutup Anne Purba.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis