UWRF 2022 Luncurkan Program Utama, Bakal Ada Siapa Saja?

Share:

Hari ini festival sastra terbaik di Asia Tenggara akhirnya mengumumkan program utamanya. Mengundang seluruh penikmat sastra untuk menyelami karya-karya yang luar biasa serta suara-suara unik yang terdengar dan tak terdengar, hinpgga perayaan megah di Pura, Ubud.

Pembicara Ubud Writers & Readers Festival (UWRF 2022) menawarkan lebih dari 50 panel diskusi menarik dan mendalam mengenai kekuatan bertutur dan peran kata-kata dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebebasan kepada hadirin yang hadir.

Copyright © Ubud Writers & Readers Festival UWRF 2022
Copyright © Ubud Writers & Readers Festival

Lebih dari 150 pembicara yang terdiri dari penulis, aktivis dan budayawan akan berkumpul di Ubud dan terlibat dalam berbagai program dan diskusi yang mengangkat isu-isu tentang apa yang menyatukan, hingga apa yang memisahkan kita.

Mengumumkan program utama di festivak ke-19 ini, Pendiri dan Direktur Festival Janet DeNeefe mengatakan,

“Ini adalah sebuah kebahagian untuk kembali bertemu secara langsung di bulan Oktober, membawa penulis Indonesia dan Internasional bersama dalam perbincangan dan diskusi, setelah pandemi memisahkan kita begitu lama.”

Dari 27 – 30 Oktober 2022, para pemenang penghargaan sastra dan aktivis sosial ternama akan bercermin pada tema festival tahun ini ‘Memayu Hayuning Bawana’, sebuah filosofi Jawa kuno yang diterjemahkan oleh UWRF menjadi ‘Uniting Humanity’, menanggapi kapasitas manusia untuk memperindah dunia kita, mempererat ikatan kita didalamnya dan dunia sebagai sebuah kolektif.

“Dalam tahun yang begitu sulit bagi kebanyakan orang, perang dan konflik, bencana alam dan
gejolak politik sangat berdampak pada kehidupan kita dan orang lain, sahabat serta orang yang kita kasihi.

Kami bertanya, bagaimana kami bisa menyatukan semuanya dalam kebudayaan dan perspektif yang berbeda untuk membuat pengertian yang dalam, saling menghormati, kesetaraan,”

ujar Janet DeNeefe.

Di hari pertama, festival akan merefleksikan pengalaman menulis Putu Oka Sukanta selama lebih dari 40 tahun.

Dipenjara tanpa pengadilan selama era Soeharto, belajar seni akupuntur dan obat herbal di balik tembok penjara. Ia adalah penerima UWRF Lifetime Achievement Award tahun ini.

Dalam diskusi yang amat dinanti, Carla Power, pengarang dari dua Pulitzer Prize dalam General Nonfiction akan membahas buku terbarunya, Home, Land, Security, the emerging field of deradicalization bersama Michael Vatikiotis dan berbagi cari untuk mengatasi hal tersebut.

Tahun ini, kepresidenan G20 Indonesia akan menegaskan kembali kepemimpinan Indonesia di mata dunia dan Jokowi telah menjanjikan  “pertumbuhan yang inklusif, berpusat pada rakyat, ramah lingkungan dan berkelanjutan” sebagai komitmen utama Indonesia.

Penulis Jokowi and The New Indonesia, Darmawan Prasodjo dan Tim Hannigan akan membahas Jokowi dengan Ari Dwipayana dan Michael Vatikiotis.

Di sisi lain program utama ini, penulis Ukraina Oksana Maksymchwk dan Maz Rosochinsky akan membahas invasi Rusia ke Ukraina dan akibatnya bersama Lydia Khalil.

Penulis ternama – Carma Citrawati, Ki Purbo Asmoro, dan Esther Vincent Xueming merefleksikan tema Festival tahun ini ‘Uniting Humanity’ dan artinya yang mengacu pada warisan budaya mereka sendiri dari Bali, Jawa, dan Singapura bersama Kadek Purnami.

Elaine Pearson dan Andreas Harsono akan bergabung dengan kita untuk berbagi pengalaman mereka membela hak asasi manusia, dari perdagangan manusia di Asia Tenggara tentang bagaimana mereka mewakili kaum tertindas untuk meminta pertanggungjawaban penindas atas kejahatan mereka bersama Matt Easton.

Penulis ternama Audrey Magee, Ravi Shankar dan Felix K Nesi, akan menjelaskan bagaimana mereka menginterogasi sistem politik yang dominan dan dampaknya terhadap orang-orang biasa pada karya-karya mereka dengan Gill Westaway.

Festival juga menghadirkan Kylie Moore-Gilbert, seorang sarjana Studi Timur Tengah dan Islam, yang akan berbagi perjuangannya yang luar biasa untuk bertahan hidup dari penjara di Iran dan bagaimana ia meningkatkan kesadaran akan ketidakadilan tersebut dan membebaskan orang lain yang masih ditawan. Ia akan berbincang dengan Drew Ambrose.

Sementara Emily Brugman, Ahmad Fuadi, dan Nawaaz Ahmed telah menulis dengan suasana dari berbagai lokasi di belahan dunia, mereka akan bersama-sama mengeksplorasi dan perjalanan yang orang-orang lakukan untuk menciptakan kehidupan dan peluang baru bersama Ramayda Akmal.

Bersamaan dengan akhir pekan panjang penuh dengan sastra, Ubud akan merayakan perayaan besar di Pura Gunung Lebah, pura luhur yang berlokasi di antara dua sungai di tengah area Campuhan, Ubud.

Menghormati perayaan keindahan, spiritual dan kemanusiaan. Perayaan ini atau orang Bali menyebutnya dengan Odalan, dirayakan setiap 210 hari mengikuti kalender Bali.

Ini akan menjadi perayaan terbesar semenjak pandemi yang akan menjadi pengalaman terbaikuntuk hadir di UWRF tahun ini.

“Selama 19 tahun terakhir, Festival telah menjadi ruang untuk merayakan cerita dan sastra dari penulis muda hingga senior”

kata Janet DeNeefe, Pendiri dan Direktur.

“Kami sangat senang bisa menyatukan teman lama dan teman baru sekali lagi untuk menjadikan minggu terakhir Oktober tahun ini sebagai tujuan yang ajaib penuh inspirasi, dan menegaskan kembali pentingnya acara kami.”

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 2

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

Ikuti berita dan info menarik lainnya dari Piknikdong di Google News!