Berbagi Kebahagiaan Di Ngayogjazz 2016

 Hamemangun Karyenak Jazzing Sasama

Mungkin tema yang dipilih Ngayogjazz di tahun ini terdengar susah untuk dilafalkan dan bahkan diingat. Tapi arti yang terkandung di dalamnya tidak kalah penting dengan tema-tema Ngayogjazz sebelumnya.

Terinspirasi dari Pupuh Sinom Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV, bermula dari kata ‘Amemangun Karyenak Tyasing Sasama’ yang artinya berbuat untuk menyenangkan hati sesama manusia. Tema ini diharapkan bisa menyebarkan virus untuk berbuat kebaikan kepada semua orang.

Berbagi Kebahagiaan Di Ngayogjazz 2016

 

Beberapa peristiwa di Indonesia akhir-akhir ini menjadi rujukan dalam pengambilan tema penyelenggaraan Ngayogjazz 2016 ini. Banyaknya orang yang membuat fitnah dan mengadu domba satu dengan yang lainnya menjadi sebuah keprihatinan yang mendalam. Ditambah lagi dengan maraknya penggunaan media sosial, menguntungkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bukannya disikapi positif, orang-orang kini malah seakan-akan berlomba untuk mendapatkan perhatian dengan cara yang lebih instan dengan media sosial, yaitu dengan membuat pernyataan yang pro-kontra, saling menghujat, dan bahkan sensitive, berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Kalimat Bad news is a good news menjadi sangat relevan dalam kasus ini. Bagaimana orang-orang lebih memilih untuk menyebarkan berita tentang keburukan daripada berita tentang kebaikan.

Berkaca dari situ Ngayogjazz memilih ‘Hamemangun Karyenak Jazzing Sasama’  yang bisa diartikan sebagai membangun karya jazz yang indah untuk membahagiakan sesama manusia. Sesuai dengan temanya, acara Ngayogjazz diharapkan bisa menjadi sebuah oase kesejukan dalam berkehidupan bersama.

Tema ini diharapkan bisa menyebarkan semangat untuk berbuat kebaikan dan menyebarkan kebahagiaan kepada semua orang. Tidak hanya bagi penyelenggara yang dalam hal ini panitia dan warga desa setempat, tetapi juga kepada pengisi acara dan penonton yang hadir hingga masyarakat luas.

Dan di penyelenggaraannya yang ke-10 ini, padukuhan Kwagon desa Sidorejo, kecamatan Godean, kabupaten Sleman, Yogyakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Ngayogjazz.

Kwagon merupakan padukuhan yang selain terkenal sebagai sentra industri genteng, juga terkenal sebagai masyarakat yang aktif melestarikan kesenian tradisional. Secara rutin Kwagon juga merayakan merti dusun sebagai salah satu bentuk puji syukur masyarakat atas hasil bumi yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Persiapan penyelenggaraan Ngayogjazz kali ini pun terasa istimewa. Eforia masyarakat sangat terasa dalam menyambut acara yang akan digelar pada tanggal 19 November 2016 mulai jam 10.00 ini. Ditunjukkan dengan aktifnya keterlibatan masyarakat Kwagon dalam menghias padukuhannya. Workshop artistik yang diinisiasi oleh Ngayogjazz bersama Frog House, sebuah komunitas kebudayaan di Yogyakarta, diikuti dengan antusias oleh warga padukuhan Kwagon.

Bahkan workshop ini juga diikuti oleh komunitas-komunitas seni dari luar kota Yogyakarta, mahasiwa, dan turis manca negara. Dan di tahun ini, Ngayogjazz menyiapkan tujuh panggung yang akan tersebar di padukuhan Kwagon.

Selain Monita Tahalea yang dijadwalkan akan menjadi penampil pembuka, Ngayogjazz 2016 juga akan menghadirkan beberapa musisi yang akan melengkapi kebahagiaan bagi penonton yang akan hadir seperti ; Fariz RM, Tohpati And Friends, Bonita & The Hus Band, Shadow Puppet dan Harvey Malaihollo, Nikita Dompas featuring Mian Tiara, Ricad Hutapea Featuring Renata Tobing, Sono Seni Ensamble, Komunitas Jazz Jogja, hingga komunitas-komunitas jazz dari seluruh Indonesia.

Selain itu, penonton juga bisa menikmati atraksi kesenian tradisional seperti karawitan, kirab bregada, hingga hadrah. Sebuah perayaan dengan semangat berbagi kebahagiaan bagi semua orang yang hadir. Acara yang selalu terbuka untuk umum dan bisa dinikmati secara gratis ini akan disayangkan jika dilewatkan begitu saja.