Piknikdong.com, Tips – Kesalahan umum bisnis travel Bali saat membuat website dan cara menghindarinya banyak pemilik bisnis wisata di Bali sudah sadar pentingnya punya website sendiri.
Sayangnya, tidak sedikit yang sudah mengeluarkan biaya besar, tetapi websitenya tetap sepi pengunjung dan tidak menghasilkan penjualan.

Masalahnya bukan di Bali yang kurang wisatawan, tapi pada kesalahan dalam membangun website.
Agar tidak terjebak hal yang sama, berikut beberapa kesalahan umum dalam pembuatan website wisata di Bali, lengkap dengan solusinya.
1. Website Tidak Mobile Friendly atau Ramah Ponsel
Perlu diketahui jika saat ini sebagian besar wisatawan mencari paket wisata lewat ponsel.
Kalau website lambat, susah di-scroll, atau tampilannya berantakan di smartphone, pengunjung otomatis pergi.
Untuk solusinya adalah dengan menggunakan desain responsif dan pastikan halaman cepat dibuka di ponsel.
2. Tidak Ada Harga dan Informasi Jelas
Banyak website menampilkan foto bagus, tetapi tidak memberikan harga, itinerary, fasilitas, atau cara pemesanan.
Wisatawan butuh informasi lengkap sebelum memutuskan membeli.
Untuk solusinya adalah dengan menampilkan detail paket, durasi tur, fasilitas, harga, dan tombol booking yang jelas.
3. Belum Menggunakan Bahasa Inggris
Bali adalah pasar internasional.
Jika website hanya berbahasa Indonesia, kemungkinan besar calon pelanggan luar negeri kesulitan memahami layanan yang ditawarkan.
Untuk solusinya adalah dengan menggunakan bahasa Inggris atau sediakan pilihan multi-bahasa.
4. Desain Cantik, Tapi Tidak SEO
Ada banyak website dengan tampilan mewah, tapi tidak tampil di halaman pencarian Google.
Tanpa SEO, website tidak akan ditemukan wisatawan yang mengetik “Bali private tour” atau “Nusa Penida snorkeling trip”.
Untuk solusinya adalah dengan menggunakan struktur SEO, judul yang tepat, deskripsi yang informatif, dan buat artikel destinasi secara rutin.
5. Tidak Ada Review dan Testimoni
Wisatawan luar negeri sangat mengandalkan kepercayaan.
Website tanpa testimoni terlihat baru, meragukan, dan kurang profesional.
Untuk solusinya adalah dengan menampilkan review dari pelanggan, Google Review, TripAdvisor, atau rating marketplace.
6. Tidak Terhubung ke WhatsApp atau Sistem Booking
Banyak website hanya menampilkan foto dan deskripsi, tapi tidak memberi cara pemesanan.
Pengunjung jadi bingung harus menghubungi siapa.
Solusi: pasang tombol WhatsApp, booking form, atau live chat agar wisatawan bisa memesan instan.
7. Tidak Terhubung ke Marketplace Wisata Global
Website sendiri bagus untuk branding, tetapi marketplace seperti GetYourGuide, Viator, atau Klook membantu menambah kepercayaan dan pelanggan internasional.
Jika website berdiri sendiri tanpa integrasi, peluang pelanggan bisa berkurang.
Solusi: integrasikan sosial bukti, rating, dan penawaran paket dari platform tersebut.
Bikin Website Wisata Itu Mudah, Tapi Harus Tepat
Kesalahan-kesalahan di atas sering terjadi karena website dibuat hanya berdasarkan tampilan, bukan fungsi dan strategi bisnis.
Website wisata yang benar bukan hanya enak dilihat, tapi menghasilkan booking.
Kalau kamu ingin website yang:
- Cepat
- Tampil profesional
- Ada sistem pemesanan
- SEO-nya siap bersaing global
Kontak kami dengan klik di sini.
Tim kami berpengalaman membuat dan mengoptimasi website wisata Bali agar bisa menarik wisatawan lokal maupun internasional, lengkap dari desain hingga strategi digitalnya.












