Piknikdong.com, Lirik – Sedang mencari lirik Titik Nadir dari Kahitna feat Monita Tahalea? Sekarang sudah berada di tempat yang sangat tepat.
Lagu Titik Nadir ini memang sangat dalam. Ada momen dalam hidup di mana perasaan tak lagi bisa disuarakan dengan kata, hanya bisa dirasakan lewat nada.

Di titik inilah, lagu terbaru Kahitna berjudul Titik Nadir lahir, sebagai pelipur sekaligus penanda bahwa tak semua cinta berakhir dengan menggenggam tangan yang sama.
Berbeda dari lagu patah hati biasa, Titik Nadir bukan soal tangisan keras atau ratapan kehilangan.
Ini adalah nyanyian yang tenang, tapi dalam, seperti laut di malam hari, sunyi, luas, dan penuh kenangan.
Lagu ini makin menyayat dengan kehadiran suara lembut Monita Tahalea, menghadirkan dimensi baru dalam harmoni Kahitna yang selama ini identik dengan romantisme penuh warna.
Titik Nadir mengisahkan dua hati yang sebenarnya masih saling mencinta, namun harus memilih jalan berbeda.
Dalam irama yang syahdu, lagu ini membawa pendengar masuk ke ruang paling sunyi dari perpisahan: bukan karena tidak cinta, tapi karena keadaan berkata, “cukup sampai di sini.”
Tak hanya sekadar lagu, Titik Nadir terasa seperti refleksi jiwa tentang belajar melepas, tentang mencintai dari kejauhan, dan tentang menerima bahwa ikhlas bukan berarti tidak sakit.
Liriknya seperti percakapan batin yang pernah dialami banyak orang, tapi jarang benar-benar terucap.
Lirik Titik Nadir, Kahitna feat. Monita Tahaleav
sampai juga di titik nadir
cinta ini semakin tak mungkin ku raih
tak kusangka sungguh teganya
kau mengikat akad yg seharusnya milikku
kini miliknya
meski hatiku untuk kamu,
dan hatimu tetap aku
jangan coba kita tuk bertemu
takkan sanggup aku bertahan diam,
ingin berlari memelukmu
yang pernah kumiliki
di benakku selalu terlintas
jalinan kisah kita indah selamanya,
dan di pelaminan itu,
masih sempat kau melihat tepat ke arahku,
aku tertunduk
meski hatiku untuk kamu,
dan hatimu tetap aku
jangan coba kita tuk bertemu
takkan sanggup aku bertahan diam,
ingin berlari memelukmu
yang pernah kumiliki
bridge:
harus kuhapus bayanganmu
mengapa hati selalu memanggil namamu,
semakin aku menjauh,
semakin jiwa tak bisa terpisahkan
meski hatiku untuk kamu,
dan hatimu tetap aku
jangan coba kita tuk bertemu
takkan sanggup aku bertahan diam,
ingin berlari memelukmu
yang pernah kumiliki
jangan coba kita tuk bertemu
takkan sanggup aku bertahan diam,
ingin berlari memelukmu
yang pernah kumiliki
pernah kumiliki
yang pernah kumiliki
yang dulu milik aku












