Mengenal KA Singasari: Kereta yang Satukan Kota, Wisata, dan Ekonomi Pulau Jawa

Bagikan:

Piknikdong.com, News – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa lewat layanan Kereta Api Singasari, yang menghubungkan Jakarta (Pasar Senen) hingga Blitar, Jawa Timur.

Advertisements

Jalur ini bukan sekadar perjalanan jarak jauh, tapi simbol nyata kontribusi KAI dalam mendukung pemerataan ekonomi, memperluas akses publik, dan mempercepat pergerakan transportasi ramah lingkungan di Indonesia.

KA Singasari: Menyatukan Kota, Budaya, dan Ekonomi Lewat Rel dari Jakarta ke Blitar
KA Singasari, image by: KAI.id

Selama Januari hingga September 2025, KA Singasari telah melayani 336.878 penumpang, naik dari 326.560 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan ini menjadi bukti bahwa masyarakat makin percaya pada moda transportasi berbasis rel yang efisien, nyaman, dan minim polusi.

Advertisements

“KA Singasari menghadirkan konektivitas yang memperkuat aktivitas perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.

Dari lintas utara hingga selatan Jawa, layanan ini menjadi penggerak ekonomi sekaligus mendukung mobilitas rendah emisi di sepanjang wilayah yang dilalui,”

ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.

Perjalanan KA Singasari dimulai dari Stasiun Pasar Senen, salah satu stasiun tersibuk di Indonesia.

Dari sini, kereta membawa penumpang melintasi kawasan industri padat di Bekasi, Karawang, dan Cikampek, lalu menembus hamparan sawah dan perkampungan hijau di Haurgeulis dan Jatibarang, hingga singgah di Cirebon kota budaya dan perdagangan legendaris di pesisir utara Jawa.

Lanjut ke selatan, kereta berhenti di Purwokerto, Kutoarjo, Wates, dan Yogyakarta, yang dikenal sebagai pusat budaya dan pendidikan Nusantara.

Dari sana, lintasan berlanjut ke Klaten, Solo, dan Madiun, wilayah yang menjadi jantung industri dan sejarah perkeretaapian nasional.

Menjelang akhir perjalanan, KA Singasari melewati Kediri, Tulungagung, dan Ngunut sebelum tiba di Blitar, kota penuh nilai sejarah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama RI, Soekarno.

Kehadiran KA ini tak hanya menghubungkan kota ke kota, tapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Akses transportasi yang lancar memudahkan distribusi hasil pertanian, memperluas peluang usaha UMKM, serta membuka potensi investasi di berbagai daerah.

Di Jawa Timur, terutama Blitar, Kediri, dan Tulungagung, konektivitas KA Singasari menjadi jembatan antara pertanian, industri, dan pariwisata sejarah.

Selain fokus pada peningkatan ekonomi, KAI juga mendorong sistem transportasi hijau dengan efisiensi energi, digitalisasi layanan tiket, dan pengurangan penggunaan kertas, sejalan dengan komitmen menuju Net Zero Emission 2060.

Diluncurkan pada 17 Juli 2017, KA Singasari awalnya menyediakan kelas Eksekutif dan Ekonomi. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, KAI menambah rangkaian kereta eksekutif pada tahun 2019 untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan jarak jauh.

Nama Singasari sendiri diambil dari nama kerajaan besar di Jawa Timur, melambangkan kejayaan, kebijaksanaan, dan kemajuan Nusantara nilai yang kini dihidupkan kembali dalam bentuk layanan transportasi modern.

KAI pun terus berinovasi lewat peningkatan fasilitas, percepatan waktu tempuh, hingga digitalisasi layanan.

Seperti disampaikan Anne,

“Setiap perjalanan KA Singasari adalah kisah keterhubungan antara budaya, ekonomi, dan kehidupan masyarakat.

Dari Jakarta hingga Blitar, KAI hadir untuk melayani, menggerakkan, dan menumbuhkan Indonesia.”

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis