Menparekraf Segera Menggarap Potensi Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal Belitung

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno segera menggarap berbagai potensi desa wisata berbasis kearifan lokal yang terdapat di Belitung.

Hal ini dilakukan, karena desa wisata merupakan salah satu pendorong dari pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan.

Menparekraf Segera Garap Potensi Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Belitung
Menparekraf segera garap potensi Desa Wisata berbasis kearifan lokal di Belitung, photo: Kemenparekraf

Kemenparekraf/Baparekraf akan mengembangkan 244 desa wisata di seluruh Indonesia, dan beberapa diantaranya ada di Belitung.

Menparekraf Sandiaga Uno, pada hari pertama kunjungan kerja di Belitung, Jumat (5/2/2021), mengunjungi Desa Wisata Batu Itam dan Desa Wisata Kreatif Terong.

Menparekraf berinteraksi dengan pelaku UMKM dan melihat langsung daya tarik yang dimiliki desa tersebut.

Potensi yang ada di Desa Batu Itam ialah produk-produk ekonomi kreatif unggul yang berbasis kearifan lokal, seperti Bica Ceramic Art, Batik Sepiak khas Belitong, topi daun kelapa (todapa), dan kerajinan miniatur kapal.

Belitung tercatat memiliki lebih dari 19 ribu pelaku UMKM, yang dapat membantu meningkatkan perekonomian di wilayah itu.

Pembuatan kapal di Belitung
Pembuatan kapal di Belitung, photo : Kemenparekraf

Selain itu, masyarakat di Belitung juga memproduksi kapal pengangkut barang yang terbuat dari kayu dan mulai mengembangkan homestay di pedesaan.

“Saya mengunjungi salah satu desa ekonomi kreatif yaitu Desa Batu Itam.

Ini adalah bagian dari pada satu kearifan lokal, dimana masyarakat memproduksi kapal yang terbuat dari kayu untuk pengangkut barang.

Dan nanti ini bisa juga kita konversikan untuk pariwisata.

Selain itu, desa ini juga ada ekonomi kreatif.

Tadi saya sudah melihat produk-produknya, ada Bica Ceramic Art yang sudah di ekspor sampai ke Singapura dan juga baju yang saya pakai sekatang adalah batik sepiak khas Belitung,”

ujar Menparekraf Sandiaga.

Di Desa Wisata Kreatif Terong juga memiliki produk-produk ekonomi kreatif yang berkelas, bukan hanya nasional tapi bahkan dunia. Seperti di bidang kuliner ada minyak kelapa, lada putih muntok, dan ketam isi.

“Produk-produk di sini layak dibanggakan menjadi produk ekonomi kreatif,”

katanya.

Menparekraf meyakini dengan pengembangan di berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang di dua desa wisata tersebut, dapat menggerakkan perekonomian di Belitung dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Apalagi jika melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal. Manfaat dari pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa menetes langsung ke masyarakat,”

kata Menparekraf Sandiaga.

Untuk membantu pelaku UMKM bangkit dari pandemi COVID-19, Menparekraf Sandiaga menjelaskan akan membuat big promo terkait ongkos kirim dan perluasan dana hibah bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Belitung.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 3

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

FREE 100% Dapatkan info dan penawaran menarik langsung di email! 

Daftar klik disini

Menyajikan informasi menarik terkini
BAGIKAN
Komentarmu?