Simak Niat Puasa Tarwiyah, Arafah dan Dzulhijjah Disini!

Bagikan:

Piknikdong.com, Tips – Sedang mencari informasi tentang bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah? Sekarang sudah berada di tempat yang sangat tepat.

Advertisements

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan tiga jenis ibadah puasa sunnah yang memiliki banyak keutamaan.

Simak Niat Puasa Tarwiyah, Arafah dan Dzulhijjah Disini!
Niat Puasa Tarwiyah, Arafah dan Dzulhijjah Disini!, image by: Pixabay

Ketiga puasa ini sangat dianjurkan selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagai bentuk penyucian diri sekaligus ladang pahala.

Puasa yang dimaksud adalah puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.

Advertisements

Berdasarkan hasil sidang isbat resmi dari Kementerian Agama RI, 1 Dzulhijjah 1446 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025.

Artinya, puasa sunnah Dzulhijjah dimulai dari tanggal tersebut hingga sembilan hari ke depan.

Adapun puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan pada Rabu dan Kamis, 4-5 Juni 2025.

Hadis Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”

Para sahabat bertanya,

“Wahai Rasulullah, bahkan jihad di jalan Allah pun tidak lebih utama?”

Rasul menjawab, “Bahkan jihad pun tidak, kecuali orang yang keluar dengan diri dan hartanya, lalu tidak kembali sedikit pun.”

Pesan dalam hadis ini menunjukkan betapa istimewanya amal ibadah di awal bulan Dzulhijjah.

Bukan hanya puasa, tetapi semua amal saleh sangat dianjurkan dilakukan selama periode tersebut.

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Masing-masing puasa memiliki keutamaan luar biasa.

Puasa Tarwiyah diyakini dapat menghapus dosa setahun ke belakang.

Sementara itu, puasa Arafah mampu menghapus dosa selama dua tahun: satu tahun sebelumnya dan satu tahun ke depan.

Kedua puasa ini sangat dianjurkan, terutama bagi yang tidak sedang berhaji.

Waktu dan Lafal Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Secara teknis, pelaksanaan ketiga puasa ini sama seperti puasa pada umumnya.

Waktu dimulai sejak matahari terbenam di malam hari (waktu niat) hingga fajar keesokan harinya. Berikut ini adalah lafal niatnya:

1. Niat Puasa Dzulhijjah:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzilhijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Melaksanakan puasa di awal Dzulhijjah bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Apalagi, setiap hari di bulan ini begitu istimewa dan penuh berkah.

Jika kamu belum pernah mencoba ketiga puasa ini, tahun ini bisa jadi awal yang baik untuk memulainya. Jangan lewatkan kesempatan emas ini, yuk persiapkan diri!

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis