Selain Main Program, Berikut Special Events Hingga Live Music & Arts UWRF 2019

Selain Main Program di Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2019 dengan beragam pembahasan beragam, pengunjung Festival juga dapat menikmati beberapa Special Events seperti Arts of the Archipelago di Padma Resorts Ubud yang akan yang akan menghadirkan pianis Indonesia berbakat, Ananda Sukarlan.

Ada pula dua Special Events yang melibatkan Yotam Ottolenghi, penulis sekaligus chef asal Inggris yang populer dengan buku masak terbarunya SIMPLE. Ia akan hadir dalam Special Events bertajuk A Foodie’s Lunch with Yotam Ottolenghi di Casa Luna dan Cocktail Hour with Yotam Ottolenghi di Indus Restaurant.

Lokakarya UWRF 2019

UWRF, Image : Agung Abi
UWRF, Image : Agung Abi

Bagi pengunjung Festival yang ingin mengasah keterampilannya dalam bidang penulisan dan bidang kreatif lainnya, UWRF menyediakan berbagai lokakarya seperti Mengabadikan Kisah Kelana bersama Famega Syavira Putri, Writing and Performing Stand Up Comedy bersama James Roque, hingga Investigative Writing bersama Pailin Wedel dan Patrick Winn.

Jika lebih tertarik dengan lokakarya budaya, Festival juga menghadirkan sederet pilihan seperti Batik Painting atau lokakarya membuat batik di Nirvana Pension, Herb Walk bagi pengunjung Festival yang ingin mengenal kekayaan alam terbaik yang  tumbuh liar di sekitar kawasan Ubud, maupun lokarya budaya paling populer UWRF Culinary Jalan-Jalan.

Children & Youth Program UWRF 2019

Children & Youth Program UWRF, Image : Fadhlillah S.A.Z. (UWRF)
Children & Youth Program UWRF, Image : Fadhlillah S.A.Z. (UWRF)

Tidak terlewat, UWRF menyediakan program untuk anak-anak dan remaja dalam Children & Youth Program.

Dari 15 program Children & Youth Program tahun ini, beberapa di antaranya yaitu belajar proses pembuatan komik superhero dalam sesi Create Your Own Superhero bersama anggota Bumilangit Comics Rizqi M. Mosmarth, belajar jurnalistik dalam sesi Young Journalists Club bersama jurnalis The Jakarta Post Sebastian Partogi, belajar membuat boneka mini dari bahan daur ulang dan merekamnya dalam cerita digital pendek dalam sesi Sampah Puppets bersama Super Funky Artists, dan belajar dasar anyaman bambu dengan kertas daur ulang untuk membuat ogoh-ogoh dalam Eco-Friendly Ogoh-Ogoh bersama seniman Marmar Herayukti.

Semua sesi Children & Youth Program ini merupakan program tidak berbayar. Meski demikian, peserta tetap harus melakukan registrasi terlebih dulu melalui situs UWRF.

Peluncuran Buku di UWRF 2019

Peluncuran Buku di UWRF, Image : Gege Tobing(UWRF)
Peluncuran Buku di UWRF, Image : Gege Tobing(UWRF)

UWRF juga akan memuaskan hasrat para pencinta buku dengan menggelar peluncuran buku. Beberapa di antaranya adalah Nagabumi III: Hidup dan Mati di Chang’an oleh Seno Gumira Ajidarma, Sambal Nation oleh Bara Pattiradjawane, Fall Baby oleh Laksmi Pamuntjak, dan UWRF19 Bilingual Antology yang merupakan buku antologi yang memuat karya lima penulis emerging UWRF19 dan karya sepuluh penulis pilihan tim kurator UWRF.

Selain keempat buku tersebut, masih banyak buku lain yang akan diluncurkan dalam rangkaian acara UWRF. Tema dan jenis bukunya pun beragam, dari perjalanan hingga kuliner, novel hingga buku mewarnai.

Pengunjung bisa menikmati pameran seni Gundala: A 50 Year Journey yang akan memamerkan karya seni Gundala dari Hasmi, pencipta asli, dan banyak seniman muda yang sekarang meneruskan warisannya, Karma Phala yang akan menampilkan karya seni bertajuk karma dari pembuat karya seni UWRF 2019, Samuel Indratma.

Tidak terlewat, pameran seni Maladjusment yang menyatukan karya-karya utama dari seniman wanita Arahmaiani, I GAK Murniasih, dan Mary Lou Pavlovic. Maladjusment mengeksplorasi kekerasan terhadap perempuan dan feminisme antar budaya.

Film Program UWRF 2019

Film Program, Image By (UWRF)
Film Program, Image By (UWRF)
Advertisements

Selepas seharian menikmati sajian menarik dari UWRF, para pengunjung Festival juga akan dimanjakan oleh After Dark Events yang terdiri dari Film Program, Festival Club @ Bar Luna, dan Live Music & Arts.

Pengunjung Festival dapat menikmati film Kucumbu Tubuh Indahku (2018), film karya sutradara legendaris Garin Nugroho yang mengeksplorasi perjalanan batin berliku seorang penari Lengger Lanang. Baru-baru ini film tersebut dipilih oleh Indonesian Academy Awards 2019 sebagai film yang berhak mewakili Indonesia ke Academy Awards ke-92 untuk kategori International Feature Film.

Ada pula pemutaran film Aruna dan Lidahnya (2018), film yang diadaptasi berdasarkan novel karya Laksmi Pamuntjak. Selama pemutaran film Aruna dan Lidahnya, penonton bisa mencicipi sejumlah hidangan khusus kreasi Chef Bara Pattiradwajane yang terilhami oleh novel dan film  tersebut.

UWRF juga menghadirkan film-film spektakuler lainnya seperti 27 Steps of May (2018) yang disutradarai oleh Ravi Bharwani dan ditulis oleh Rayya Makarim, hingga The Woven Path: Perempuan Tana Humba (2019), film dokumenter dua bagian karya sutradara Lasja F. Susatyo dan produser Olin Monterio yang mengisahkan perjuangan dan impian para wanita di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Seusai pemutaran film, UWRF akan menghadirkan sesi Q&A dengan sosok-sosok di balik pembuatan film-film tersebut, misalnya sutradara, penulis naskah, produser dan lainnya.

Untuk Festival Club @ Bar Luna, ada beragam diskusi kasual dengan tema-tema menarik. Beberapa di antaranya Didiet Maulana: Indonesian Chic bersama perancang bertalenta Didiet Maulana, On The Road Again dengan sederet penjelajah dunia terbaik UWRF yang membawa kisah-kisah perjalanan yang mengesankan dan menegangkan, hingga A Shared Past and Future bersama empat pendongeng dari Belanda dengan sejarah keluarga di Indonesia, di mana mereka mengeksplorasi pengaruh akar Indo-Belanda, kolonialisme dan migrasi dalam karya mereka.

Live Music & Arts UWRF 2019

Live Music, Image : Vifick Bolang (UWRF)
Live Music, Image : Vifick Bolang (UWRF)

Live Music & Arts di UWRF juga tidak kalah seru. Tahun ini, Festival meghadirkan kembali acara tahunan Poetry Slam atau adu berpuisi yang selalu mendebarkan dan penuh kejutan. Piknik Puisi dan Ekspresi juga masih tersedia sebagai wadah para perangkai kata untuk mempertunjukkan karya-karya terbaiknya.

Tahun ini UWRF juga akan menghadirkan Simi’s Circus yang menghadirkan keajaiban sirkus dari Simi Genziuk, Poétique Ensemble berupa kolaborasi musik dan puisi yang menakjubkan, Moe Clark: Poetic Transformation persembahan artis pertunjukan Métis, Moe Clark, yang menganyam pertunjukannya dari lirik multibahasa, dan masih banyak lagi.

Sebagai penutup perhelatan festival sastra ini, UWRF akan menghadirkan penampilan terbaik dari Akala, Irvine Welsh, The Hydrant, dan Celtic Room. Closing Night Party UWRF merupakan acara kesenian yang penuh dengan musik, tari, dan apresiasi, yang dapat dinikmati pukul 19.00-23.00 WITA pada Minggu (27/10/19) di Blanco Renaissance Museum.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata / 5. Jumlah

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

FREE 100% Jadi bagian dari PIKNIKDONG, dan dapatkan kejutanya! 

Daftar Klik Disini

Menyajikan informasi menarik terkini
BAGIKAN
Komentarmu?