Inilah Stasiun Mrawan yang Sudah Berumur 123 Tahun dan Menjadi Saksi Sejarah serta Keindahan Alam Jalur Timur Jawa

Bagikan:

Piknikdong.com, Edukasi – Berada di jalur kereta api bagian timur Pulau Jawa, Stasiun Mrawan menyimpan cerita panjang tentang perjalanan ekonomi, sejarah, dan keindahan alam yang berpadu dalam satu lintasan.

Advertisements

Terletak di wilayah Daop 9 Jember, stasiun ini berdiri gagah di ketinggian 524 meter di atas permukaan laut menjadikannya salah satu stasiun tertinggi yang masih aktif hingga saat ini.

Inilah Stasiun Mrawan yang Sudah Berumur 123 Tahun dan Menjadi Saksi Sejarah serta Keindahan Alam Jalur Timur Jawa
Stasiun Mrawan yang Sudah Berumur 123 Tahun, photo: KAI.id

Didirikan pada 10 September 1902, Stasiun Mrawan sejak dulu sudah menjadi nadi perekonomian bagi kawasan Jember dan Banyuwangi.

Pada masa kolonial, rel ini menjadi jalur utama pengangkutan hasil bumi seperti kopi, gula, dan beras yang dikirim ke berbagai penjuru negeri.

Advertisements

Kini, perannya tak sekadar sebagai tempat persinggahan kereta, tapi juga sebagai titik temu antara sejarah, ekonomi, dan pariwisata lokal yang terus hidup di tengah perubahan zaman.

Perjalanan melewati jalur Stasiun Mrawan menawarkan pesona yang sulit ditemukan di tempat lain.

Hamparan perkebunan kopi, kakao, dan karet milik PTPN XII membentang di sepanjang jalur Gunung Gumitir, menghadirkan suasana sejuk dan panorama hijau yang memanjakan mata.

Tak heran jika lintasan ini disebut sebagai salah satu rute kereta paling indah di Pulau Jawa.

Megahnya Terowongan Mrawan

Terowongan Mrawan sepanjang 690 meter
Terowongan Mrawan sepanjang 690 meter

Tak jauh dari stasiun, berdiri megah Terowongan Mrawan sepanjang 690 meter yang dibangun pada tahun 1901–1902.

Terowongan ini bukan sekadar jalur lintasan, tapi juga bukti ketangguhan teknologi perkeretaapian masa lalu yang masih kokoh dan fungsional hingga hari ini.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa Stasiun Mrawan merupakan cerminan nyata bagaimana transportasi publik berperan dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Stasiun Mrawan memperlihatkan bagaimana perkeretaapian hadir sebagai penggerak ekonomi daerah, penghubung mobilitas masyarakat, sekaligus penjaga warisan sejarah bangsa.

Kawasan ini memberi pengalaman perjalanan yang bernilai, sekaligus manfaat ekonomi bagi warga di sekitarnya,”

ujar Anne.

Anne juga menambahkan, jalur Mrawan bukan hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung erat antara dunia transportasi, pertanian, dan pariwisata.

Setiap perjalanan yang melintasinya membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi serta mempertegas komitmen KAI dalam mendukung kemajuan wilayah timur Jawa.

Dengan warisan sejarah yang kaya, pemandangan alam yang menakjubkan, dan kontribusi besar terhadap ekonomi daerah, Stasiun Mrawan kini menjadi simbol keharmonisan antara transportasi modern, potensi lokal, dan semangat kebanggaan nasional yang terus hidup dari masa ke masa.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis