Bangkitkan Kembali Sektor Pariwisata, Kemenparekraf Revitalisasi Destinasi Wisata Bali

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berupaya melengkapi dan menyempurnakan fasilitas destinasi wisata di Bali demi membangkitkan kembali sektor pariwisatanya melalui program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, Kamis (24/9/2020), mengatakan revitalisasi destinasi wisata Bali akan difokuskan pada perbaikan amenitas di daya tarik wisata (DTW) berupa perbaikan toilet dan penambahan fasilitas lain untuk menunjang kebersihan, kesehatan, keamanan, serta kenyamanan pengunjung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Bangkitkan Kembali Sektor Pariwisata, Kemenparekraf Revitalisasi Destinasi Bali
Bangkitkan Kembali Sektor Pariwisata, Kemenparekraf Revitalisasi Destinasi Bali, photo : Kemenparekraf

“Program revitalisasi destinasi wisata Bali merupakan inisiasi dari Kemenparekaf untuk membangun kembali pariwisata di Bali.

Kami akan menerapkan bertahap di beberapa DTW yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota se-Bali.

Tentu dukungan revitalisasi destinasi wisata Bali akan kami sesuaikan dengan prioritas dan kebutuhan di masing-masing DTW yang memang sudah menjadi tujuan wisata dan banyak pengunjungnya.

Rencana akan kami mulai dari Tanah Lot Kabupaten Tabanan dan Tirtha Empul Kabupaten Gianyar,”

ujar Hari.

Program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan diadakan pada Oktober 2020
Program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan diadakan pada Oktober 2020, photo : Kemenparekraf

Program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan diadakan pada Oktober 2020 bersamaan dengan program reaktivasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Program reaktivasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif adalah upaya pemulihan ekonomi nasional untuk membantu industri perhotelan di masa pandemi COVID-19, yaitu dengan menyiapkan akomodasi untuk tenaga kesehatan dan pasien konfirmasi tanpa gejala.

Khusus Bali, telah disiapkan 680 kamar hotel dan sedang dalam proses penetapan MoU dan petunjuk teknis pelaksanaan,”

kata Hari.

Hari melanjutkan, program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali juga akan dimulai bersamaan dengan peresmian revitalisasi toilet Pantai Kuta.

Revitalisasi toilet Pantai Kuta merupakan salah satu prototype kegiatan Bali Rebound yang telah dilaksanakan sejak Juni-Agustus 2020.

Revitalisasi Destinasi Wisata Bali
Revitalisasi toilet, photo : Kemenparekraf

Kegiatan Bali Rebound dilaksanakan dalam bentuk bersih destinasi dan dukungan CHSE di 4 lokasi di Kabupaten Badung yakni Kawasan ITDC Nusa Dua, Pantai Pandawa, Pantai Kuta, dan Uluwatu dengan melibatkan pekerja Parekraf sebanyak kurang lebih 500 orang.

“Peresmian revitalisasi toilet sekaligus menjadi penanda dimulainya kegiatan Revitalisasi Destinasi Wisata Bali yang akan dilakukan di 8 Kabupaten dan 1 kota di Bali,”

ujar Hari.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Wawan Gunawan, mengatakan program Bali Rebound adalah role model yang diterapkan di program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali.

“Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan difokuskan kepada perbaikan toilet yang ada di DTW serta penambahan beberapa fasilitas CHSE lainnya namun tetap dengan inovasi agar penyempurnaan fasilitas di destinasi dapat dirasakan oleh wisatawan,”

ujar Wawan.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 4

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

FREE 100% Dapatkan info dan penawaran menarik langsung di email! 

Daftar klik disini

Menyajikan informasi menarik terkini
BAGIKAN
Komentarmu?