Kenalan dengan Kesenian Lengger Tapeng dari Kulon Progo Yogyakarta

Lengger Tapeng merupakan kesenian yang ada di Dusun Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta.

Kesenian ini dibawa oleh seorang pengembara dari Borobudur yang bernama Joyo Dikoro pada tahun 1915 yang kemudian diteruskan kepada anaknya yang bernama Notosemo.

Kenalan dengan Kesenian Lengger Tapeng dari Kulon Progo Yogyakarta, image by IG : @desabudayapagerharjo
Kesenian Lengger Tapeng dari Kulon Progo Yogyakarta, image by IG : @desabudayapagerharjo

Sejarah Tari Lengger Tapeng

Lengger sendiri memiliki arti seni pertunjukan rakyat yang biasanya ada di masyarakat daerah tertentu.

Sedangkan Lengger Tapeng memiliki arti perpaduan dari kesenian Lengger dan Tari Topeng. Ada dua macam penari di kesenian Lengger Tapeng ini yaitu penari Tayub dan penari pengibing.

Kesenian Langger Tapeng ini penuh dengan muatan religius yang mengungkapkan rasa syukur terhadap Tuhan dan tentu saja penuh aura mistis, karena tak jarang sang penari laki-laki kesurupan.

Jika sudah kesurupan, sang penari akan diberikan ramuan khusus dari kerokan topeng, dengan begitulah sang penari bisa sadar kembali.  Unik sekali ya?

Menurut masyarakat setempat, kesenian ini apabila dipentaskan dapat menyembuhkan orang yang sakit.

Selain itu, apabila ada masyarakat yang bernazar untuk mementaskan kesenian ini, maka apa yang diinginkannya akan terkabul.

Kesenian ini juga sering kali ditanggap untuk ritual syukuran panen padi. Selain itu, kesenian Lengger Tapeng juga dipentaskan dalam beberapa acara tradisional seperti kenduri, ruwatan, syukuran, hajatan, pesta rakyat dan peringatan hari besar.

Sekalipun mengandung mistis, tetapi Lengger Tapeng memiliki tembang berupa syair-syair yang bernuansa religius yang bertujuan untuk syiar agama Islam.

Syair tersebut berisi puji-pujian untuk Nabi Muhammad SAW, nasehat untuk berbuat kebaikan, rajin mengaji, rajin membaca Al Quran dan lain sebagainya.

Untuk mementaskan Lengger Tapeng ini dibutuhkan 15 orang penari, yaitu 4 orang ledhek dan 11 orang pengibing atau penari pria. Tetapi dalam praktiknya tidak saklek harus 15 orang kok, akan tetapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Kesenian Lengger Tapeng image by IG desabudayapagerharjo
Kesenian Lengger Tapeng, image by IG desabudayapagerharjo

Pementasan Kesenian Lengger Tapeng

Untuk tempat pentasnya, Langger Tapeng biasanya dipentaskan di luar rumah atau di panggung terbuka dan biasanya baru mulai dipentaskan pada malam hari jam 8 sampai jam 2 pagi. Tetapi ada juga kok yang pementasannya dilakukan di siang hari.

Kostum yang digunakan oleh penari pada pementasan ini yaitu busana adat Jawa. Penari putra menggunakan kain, lontong, celana panji, kamus timang, keris, jamang, iket lembaran, dan baju rompi atau bisa juga tidak menggunakan baju (ngliga).

Biasanya, penari putra tidak menggunakan riasan wajah, karena wajahnya akan tertutup oleh topeng, berbeda dengan penari putri yang menggunakan riasan cantik.

Untuk kostum penari putri sendiri yaitu menggunakan kemben, kain, sampur/selendang, sanggul cundhuk menthol, kalung, gelang, subang dan bros.

Nah untuk topengnya sendiri sangat variatif ekspresinya, tergantung dengan karakter tokohnya dan biasanya warnanya juga bermacam-macam yaitu merah, kuning, atau hijau.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 2

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

FREE 100% Dapatkan info dan penawaran menarik langsung di email! 

Daftar klik disini

Membaca dan menulis adalah hal yang sangat menarik
BAGIKAN
Komentarmu?