Cerita Dibalik PiknikDong FAM Trip Genting 2017

FAM Trip Genting 2017 – Undangan itu akhirnya datang lagi. Kotak surel PiknikDong kembali diketuk oleh orang yang sama dan dengan isi yang tidak jauh berbeda dengan apa yang kami peroleh beberapa waktu sebelumnya.

Jadi, begini ceritanya. Pada awal September, kami didatangi oleh Mr. Jay via email yang mengaku sebagai representasi dari Resorts World Genting dan mengundang PiknikDong, sebagai influencer dari Indonesia, dalam rangkaian FAM Trip ke Langkawi, Malaysia.

Sebagai media biasa yang belum pernah mendapatkan invitasi dari luar negeri, undangan tersebut kami biarkan berkarat di sana.Alasan pertamanya adalah, si Mimin PiknikDong yang seharusnya berangkat belum punya paspor.

Sebenarnya hal itu bisa di atasi dengan cara memberangkatkan saya, yang sudah mengantongi buku imigrasi tersebut. Tapi kemudian alasan kedua menjadi pemberat dari keberangkatan kali ini, yaitu biaya transportasi. Boro-boro untuk beli tiket pesawat PP Jakarta – Kuala Lumpur, untuk perjalanan dari Jogja ke Jakarta-nya saja saya harus mikir 58x. Dan sayangnya, tidak ada bis Damri jurusan Jogja – Kuala Lumpur.

Setelah lama tidak bersua, saya kembali dipertemukan oleh Mimin dalam sebuah pesta pernikahan. Tenang, yang nikah bukan Miminnya kok. Dia masih available sampai sekarang. Yang minat nanti boleh deh DM saya di @pandurijal. Kami ngobrol untuk melepas rindu pada saat itu. Hingga sampai pada bahasan tentang undangan dari Bang Jay yang sudah berlalu.

Ketika membuka kembali surel dari Bang Jay yang masuk di kotak masuk PiknikDong, kami merasa ada yang aneh. Itinerary yang telah di siapkan ternyata dimulai dari Bandara Cengkareng. Hal ini tentu menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa trip ini fully sponsored, yang artinya, seluruh kebutuhan dari trip ini ditanggung sepenuhnya oleh Resorts World Genting. Itu keanehan pertama.

Kemudian, berbarengan dengan tanggal diselenggarakannya FAM Trip Langkawi tersebut, ada beberapa travel blogger papan atas dari Indonesia yang upload fotonya di Langkawi. Seperti misalnya @amrazing, ada juga @lostpacker dan beberapa blogger lain yang mengunggah foto ala-ala mereka di tempat yang sama di Malaysia. Apakah ini sebuah kebetulan? Saya rasa tidak. Itu keanehan kedua.

Setelah melakukan riset serta analisa yang cukup mendalam, akhirnya kami sampai pada satu kesimpulan bahwa trip ini benar-benar 100% ditanggung oleh pihak Resorts World Genting, dengan Bang Jay sebagai penanggungjawabnya. Selain itu, kami juga pada tahap mengetahui bahwa selain dua nama di atas, ada nama-nama keren lain yang ikut dalam trip itu seperti Rijal Fahmi M (catperku), Koh Huang (deddyhuang), Bobby Ertanto (virustraveling) dan nama-nama lain yang selama ini diluar jangkauan kami.

Sedih? Tentu saja. Kami berurai air mata dengan tangisan yang sepilu-pilunya. Bagaimana tidak, kami melewatkan kesempatan pertama ke luar negeri bersama travel blogger klasemen atas begitu saja.

Namun syukurlah kesedihan itu tidak sampai berlarut-larut. Karena, tidak lama setelah itu, Bang Jay kembali mengetuk pintu rumah kami dengan hangat. Undangan itu datang kembali dengan judul FAM Trip Genting 2017. Dan sampai disinilah cerita kita tentang undangan pertama yang kami dapatkan dari Bang Jay.

Undangan kedua, berangkat!

fam-trip-genting-2017
Peralatan tempur selama FAM Trip Genting 2017

Setelah mendapatkan undangan kedua tersebut, dan setelah membulatkan tekad untuk berangkat no matter what, kami berunding. Saya dan Mimin melakukan perundingan yang cukup alot sepanjang siang-malam selama beberapa hari kemudian. Akhirnya, nama sayalah yang diputuskan untuk berangkat.

Lagi-lagi, alasan utamanya adalah paspor. Dengan jarak keberangkatan yang sudah tidak lama lagi, memiliki buku kecil tersebut dalam waktu singkat bukan perkara yang mudah. Si Mimin pernah mencoba mengusahakan untuk membuatkan paspor, namun sayang, harus menunggu sampai tanggal yang entah kapan.

Coba saja paspor bisa digantikan buku tulis Sinar Dunia, pasti ceritanya akan lain. ~

Kami kira, ada seabrek urusan administrasi yang harus diisi dan dilengkapi. Tapi ternyata tidak! Konfirmasi RSVPnya sangat mudah. Kami tidak diminta untuk mengisi formulir aneh-aneh seperti kalau mau daftar BPJS. Cukup foto paspor saja yang dikirimkan.

Kalo kata Mimin,

urip kok puenak ngeneeeee.

Setelah nama saya dikonfirmasi akan berangkat, kemudian saya mempersiapkan banyak hal sambil menunggu konfirmasi ulang dari Bang Jay. Termasuk diantaranya adalah mencari host via Couchsurfing selama saya stay di Jakarta serta mencari harga tiket kereta ke Jakarta. Meskipun judulnya trip gratis, tapi tetep keluar duit, gaes. Hitung-hitung biar perputaran ekonomi makro di Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Hingga H-beberapa hari sebelum hari keberangkatan FAM Trip Genting 2017 tiba, masih belum ada konfirmasi dari Bang Jay. Akhirnya kami berkorespondensi ulang via Whatsapp dan mendapat konfirmasi bahwa tiket pesawat sudah dipesankan untuk keberangkatan hari Rabu, 25 Oktober 2017. Itupun hanya via teks Whatsapp. Saya belum menerima itinerary terbaru serta kode booking dari tiket yang ‘katanya’ sudah dipesankan. 

Blogger Indo dan Thai, berkumpul di Malaysia!

Berbekal keyakinan penuh dan semangat juang yang tinggi, saya tetap nekat berangkat ke Jakarta pada Senin, dua hari sebelum keberangkatan.

Tiket Pesawat Piknikdong Goes to Highland

Dalam keberangkatan saya ke Jakarta itulah saya mendapatkan semua hal yang saya perlukan sebelum keberangkatan saya ke Jakarta : itinerary & kode booking pesawat. Plus satu lagi, grup Whatsapp sesama blogger yang mendapat undangan ke Genting Highlands.

Ternyata, di antara peserta FAM Trip Genting 2017 ini, ada nama-nama blogger kece seperti Kokoh Hartadi (@kopertraveler.id), Bang Aswi (sosokitu.com), Rudi Hartoyo (@medanwisata), Ci Lenny (@len.diary), Kak Yayan (@omnduut), Julia & Marius (@anakjajan) dan masih banyak nama-nama lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Di satu sisi merasa bangga, namun di satu sisi merasa receh mengingat saya dibanding mereka hanya remahan peyek di dalam kaleng Khong Guan.

fam-trip-genting-2017
Teman-teman blogger sedang berkumpul di lobi hotel

Selain itu, di lokasi ternyata kita juga dibarengi oleh 7 orang influencer dari Thailand dimana 2 diantaranya merupakan warga negara US. Pada posisi ini, saya merasa benar-benar harus mengosongkan gelas untuk menerima setiap tetes demi tetes ilmu baru yang harus saya pelajari dari mereka. Saya yakin hal ini baik untuk kesehatan jiwa raga saya yang sudah mulai rapuh.

Pada awal pertemuan dengan blogger Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, hampir semuanya sudah akrab dan saling kenal. Usut punya usut, ternyata sebagian dari mereka ada yang tergabung di komunitas yang sama di Travel Bloggers Indonesia, sebagian yang lain ada yang pernah bertemu di FAM Trip sebelumnya, sedangkan sebagian kecilnya (eh, saya sendiri maksudnya) berusaha keras membaur dengan lingkungan yang ada.

Pembauran itu tidak berjalan sulit, karena teman-teman dari blogger Indonesia sangat ramah dan friendly. Mulai dari bandara, di pesawat, hingga sesampainya di hotel, Mz dan Mb yang saya sayangi ini sangat menyenangkan. Mereka membawa saya yang masih kikuk ke dalam lingkaran keseruan mereka dengan mudah. Untung mereka tidak sedang melakukan prospek untuk mencari downline, kalau tidak, pasti saya akan jadi downline mereka tanpa halangan yang berarti.

Sayangnya, saya dan beberapa blogger lain dari Indonesia mengakui bahwa tidak mudah untuk turut membawa influencer dari Thailand untuk ikut seru-seruan bareng. Sebenarnya kami berharap semua melebur jadi satu tanpa membedakan mana yang selamat pagi serta mana yang sawasdi khap. Tapi tak apalah. Paling tidak, saya berharap mereka tidak sedang berpikir kami sedang mencari downline.

Berbeda dengan teman-temannya, couple traveler dari US yang ikut serta dalam trip ini namun mewakili Thailand, Ben & Katie (@twowanderingsoles), ternyata sangat ramah. Pasangan yang sudah saling mengenal sejak saya masih ingusan ini rupanya sudah meninggalkan US sejak beberapa tahun yang lalu untuk fokus traveling dan sekarang berdomisili di Chiang Mai, Thailand.

Ohiya, kabarnya mereka dipilih PBB dalam sebagai representasi gerakan Responsible Travel untuk traveling ke 6 negara selama 30 hari pada November 2017 ini. Congrats, all the best! #TravelEnjoyRespect.

Yap, jadi ceritanya ini adalah prolog untuk beberapa tulisan ke depan terkait pengalaman saya selama mengikuti FAM Trip Genting 2017. Ya, benar-benar pengalaman yang baru bagi saya yang cuma blogger kelas amatir ngehe ini. Makanya, saking berharganya pengalaman ini, saya merasa perlu mengabadikan kenangan ini dengan baik.

Karena kata orang,

pengalaman adalah guru terbaik yang tidak pernah menagih SPP.